Menu

PT EQUITY WORLD FUTURES

Kesalahan yang Dilakukan Pria Saat Bercukur

Equity World | Kesalahan yang Dilakukan Pria Saat Bercukur

Equity World | Bagaimana Anda mencukur bulu-bulu di wajah Anda? Kebanyakan dari kita melakukannya dengan cepat, sret sret sret, lalu bergegas berangkat ke kantor. Hanya mengelapnya dengan handuk, namun tidak membasuhnya, apalagi menggunakan pelembut aftershave.

Tentu Anda bukan satu-satunya pria yang melakukannya dengan terburu-buru. Sayangnya kebiasaan itu dalam jangka panjang akan merusak kulit wajah dan menyebabkan penampilan kurang segar.

Nah untuk memperbaikinya, Anda dapat belajar dari kesalahan-kesalahan yang lazim dilakukan para pria. Berikut kesalahan-kesalahan tersebut:

1. Anda Tidak Mempersiapkannya dengan Benar

Salah satu penyebab utama iritasi saat bercukur adalah kita langsung “menghajar” bulu-bulu wajah kita dengan pencukur. Bahkan membasuhnya dengan air dingin sebenarnya belum membuat bulu-bulu itu melemas, sehingga mencukur akan seperti menarik mereka dari akarnya.

Maka dari itu, kebiasaan para tukang cukur di barbershop yang menggunakan handuk hangat sebenarnya beralasan. Air hangat akan melemaskan dan melembabkan folikel rambut sehingga lebih gampang dicukur.

Di rumah, Anda bisa mendapatkan kondisi serupa setelah mandi atau cuci muka dengan air hangat. Bila perlu kita juga bisa menggunakan pembersih ringan untuk mengangkat kulit mati sebelum mencukur rambut di wajah kita.

2. Anda Tidak Menggunakan Pencukur yang Tepat

Kebanyakan dari kita menggunakan pencukur yang memiliki beberapa lapis pisau di permukaannya. Celah sempit di antara pisau itu seringkali menjadi tempat terkumpulnya rambut wajah yang sudah terpotong, sehingga menyebabkan penggunaan setelahnya tidak maksimal.

Kita acapkali harus mengguyurnya agar kumpulan rambut itu terlepas dan pencukur kembali nyaman dipakai.

Benar bahwa banyak pria dengan alasan praktis menyukai jenis pencukur seperti itu, apalagi jenis yang bisa menyesuaikan lekuk wajah ketika dipakai. Namun ada pilihan lain bila ingin bercukur lebih rapi, yakni alat cukur old school tradisional dengan dua sisi pisau atau pisau cukur lipat. Jenis ini akan mengurangi hambatan saat kita bercukur.   

Meski begitu, untuk alasan praktis, bolehlah bila kita tetap menggunakan pencukur sekali pakai yang banyak dijual di mini market.

3. Anda Mencukur Melawan Arah Tumbuh Rambut

Mencukur melawan arah pertumbuhan rambut wajah, terutama di bawah rahang, sepertinya menjadi cara termudah untuk membabat bulu-bulu yang ada di situ. Namun cara itu ternyata menyebabkan iritasi karena pisau cukur ikut mengupas kulit tipis di wajah kita.

Memang bercukur dengan arah berlawan dengan tumbuhnya rambut itu cocok bila kita menggunakan alat cukur listrik. Namun dengan pencukur biasa, hasilnya akan lebih bagus bila kita mengikuti arah tumbuh rambut.

4. Anda Menggunakan Sabun Cukur Murahan

Sabun atau busa cukur yang dikemas dalam kaleng menjadi pilihan banyak pria. Tetapi Anda sebaiknya memeriksa kandungannya agar tidak terjebak memakai bahan dengan kandungan yang tidak ramah di kulit.

Kita sebaiknya menghindari produk-produk yang mengandung banyak paraben, sulfat, alkohol, dan pengawet. Beberapa bahan kimia dalam produk itu tidak cocok untuk kulit sensitif. Idealnya bahan steril sabun cukur berasal dari citric acid dan bukan alkohol, yang mampu membersihkan tanpa membuatnya terlalu kering.

Baca juga : Mengapa Kita Sebaiknya Tidak Mengantongi Dompet di Saku Belakang? | Equity World

5. Anda Melewatkan Perawatan Setelah Bercukur

Selesai bercukur, mengeringkannya, lalu langsung keluar bukanlah langkah yang bijaksana. Anda baru saja menggoreskan pisau cukur di kulit lalu memaparkannya? Inilah penyebab utama iritasi, munculnya ruam, dan masalah lainnya.

Cara terbaik adalah menyelesaikannya dengan balsam cukur dingin untuk melembabkan kulit. Menyediakan sebentar waktu untuk memijat bagian yang baru saja dicukur dengan pelembab juga akan menghasilkan rasa nyaman di kulit, sekaligus melindunginya.

Tak kalah menarik kunjungi juga : Equity World

Go Back

Comment

Blog Search

Comments

There are currently no blog comments.