Menu

PT EQUITY WORLD FUTURES

Equity World | Rasa Lelah Tak Kunjung Hilang, Waspadai Sindrom Kelelahan Kronis

Equity World | Rasa Lelah Tak Kunjung Hilang, Waspadai Sindrom Kelelahan Kronis

Equity World | Rasa lelah memang merupakan hal yang wajar dialami ketika beraktivitas sehari-hari. Namun ketika rasa lelah itu tak kunjung hilang setelah beberapa waktu bahkan usai cukup beristirahat, maka kamu perlu mewaspadainya.

Penyakit sindrom kelelahan kronis atau myalgic encephalomyelitis merupakan salah satu penyakit yang banyak dialami oleh orang dewasa. Walau begitu sebagian dari penderita masalah tersebut tidak menemui dokter untuk menyelesaikan masalah mereka tersebut.

Sindrom kelelahan kronis sendiri masih belum banyak dipahami oleh dokter dan pasien karena masih belum banyak diajarkan pengobatannya. Lalu sesungguhnya apa perbedaan dari sindrom ini dengan rasa lelah yang biasa kita hadapi.

Dilansir dari Medical Daily, Jose G. Montoya dari Stanford University Medical Center menyebut bahwa mengenali gejala dari penyakit ini cukup sulit.

"Tak hanya karena perbedaan yang cukup besar antara satu pasien dengan pasien lainnya, namun pada pasien yang sama gejala yang tampak juga berubah-ubah seiring waktu," ujar Montoya.

Montoya mengungkap bahwa pemindaian pada otak serta tes darah tak banyak membantu dalam mengenali gejala penyakit ini.

"Pasien tak bertenaga, mengalami sakit kepala yang parah, sakit punggung, kesulitan untuk berkata-kata merupakan semua gejala yang dialami namun ketika dipindai melalui MRI, kondisi otak ternyata normal," jelasnya.

Salah satu petunjuk terbesar dari terjadinya sindrom kelelahan kronis ini adalah rasa lelah tanpa penyebab jelas yang terus dialami selama senam bulan atau lebih lama. Orang yang mengalami masalah ini lebih rentan mengalami sakit tenggorokan, pusing, dan bermasalah ketika berkonsentrasi. Rasa lelah yang muncul juga sulit untuk hilang bahkan setelah beristirahat.

Bersama Solskjaer, MU Ingin Ulang Masa Keemasan Sir Alex Ferguson | Equity World


Info lowongan kerja di Equity World SSC Jakarta | Equity World

Tingkat parahnya kondisi memiliki variasi yang beragam. Beberapa orang mengalami masalah untuk tidur, berpikir, dan memori mereka. Sedangkan pada yang lain, melakukan berbagai kegiatan sehari-hari seperti mandi atau makan terasa sangat melelahkan.

Penyakit ini sendiri lebih rentan menyerang wanita dibanding wanita. Pasalnya wanita cenderung memiliki risiko lebih tinggi dalam menderita penyakit autoimun.

Walaupun hingga saat ini belum adalah pengobatan untuk menyembuhkan penyakit ini. Terdapat perawatan disertai obat yang mampu mengurangi gejala dan masalah dari penyakit ini.

Equity World

Go Back

Comment

Blog Search

Comments

There are currently no blog comments.