Menu

PT EQUITY WORLD FUTURES

Blog Component

Equityworld Futures | Trump-Xi Jinping Bertemu, Bursa Saham Asia Tancap Gas

Equityworld Futures | Trump-Xi Jinping Bertemu, Bursa Saham Asia Tancap Gas

Equityworld Futures | Bursa saham utama kawasan Asia kompak dibuka di zona hijau pada perdagangan hari ini: Indeks Nikkei naik 1,19%, Indeks Shanghai naik 1,87%, Indeks Hang Seng melesat 2,64%, Indeks Straits Times juga naik 1,13%, dan indeks Kospi naik 0,99%.

Optimisme bahwa AS-China akan mampu meneken kesepakatan dagang memantik aksi beli secara besar-besaran di bursa saham China dan Hong Kong. Optimisme tersebut membuncah pasca Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa rencana pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di gelaran KTT G20 pada akhir bulan ini di Jepang akan terealisasi.

"Sudah melakukan pembicaraan yang sangat baik melalui telepon dengan Presiden Xi dari China. Kami akan bertemu pekan depan di KTT G20. Tim kami akan memulai pembicaraan sebelum pertemuan tersebut," cuit Trump di Twitter.

Tidak hanya AS, China juga sudah lebih kalem dan menyatakan siap berdialog dengan AS. Xi mengatakan kedua negara perlu mengedepankan komunikasi untuk mengatasi berbagai masalah.

"Kuncinya adalah menunjukkan apa yang menjadi perhatian masing-masing pihak. Kami berharap AS memperlakukan perusahaan-perusahaan China dengan adil. Saya sepakat bahwa tim kedua negara akan menjaga komunikasi untuk menyelesaikan berbagai perbedaan yang ada," papar Xi, mengutip Reuters.

Selain karena membuka jalan menuju damai dagang, pertemuan Trump-Xi di sela-sela KTT G20 menjadi sangat penting. Hal ini lantaran sebelumnya Trump sudah mengancam bahwa dirinya akan membebankan bea masuk tambahan bagi produk impor asal China jika Xi sampai tak menemuinya di sela-sela KTT G20.

Selain itu, optimisme juga membuncah dalam menyambut pertemuan The Federal Reserve selaku bank sentral AS yang sudah dimulai pada Selasa (18/6/2019) waktu setempat dan akan berakhir pada hari Rabu (19/6/2019).

Equityworld Futures

Sinyal 'Damai' AS-China Bikin Bursa Saham Asia Melesat | Equityworld Futures

 

Memang, The Fed diperkirakan masih akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan di level 2,25%-2,5% pada pertemuan kali ini.

Namun, diharapkan bahwa The Fed akan mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang mengindikasikan pemangkasan tingkat suku bunga acuan selepas menggelar pertemuan selama dua hari tersebut.

Pemangkasan tingkat suku bunga acuan diperlukan guna mengatasi perlambatan ekonomi di AS. Belum lama ini, Bank Dunia (World Bank) sudah mengafirmasi bahwa perekonomian AS akan mengalami perlambatan yang signifikan pada tahun ini dan tahun depan.

Bank Dunia memproyeksikan perekonomian tumbuh sebesar 2,5% pada tahun 2019, sebelum kemudian turun drastis menjadi 1,7% pada tahun 2020. Sebagai informasi, perekonomian AS tumbuh hingga 2,9% pada tahun 2018, menandai laju pertumbuhan tertinggi sejak tahun 2015 silam.

Equity World | Kepercayaan Terhadap The Fed Dorong Penguatan Wall Street

Equity World | Kepercayaan Terhadap The Fed Dorong Penguatan Wall Street

Equity World | Bursa saham Amerika Serikat menguat pada perdagangan Senin (17/6/2019), didukung oleh Facebook, Amazon dan Apple, di tengah penantian investor terhadap pertemuan Federal Reserve yang diperkirakan akan meletakkan dasar untuk penurunan suku bunga akhir tahun ini.

Bank sentral AS diperkirakan tidak mengubah suku bunga acuan pada pertemuan kebijakan yang dimulai Selasa (18/6), namun pernyataannya akan memberikan wawasan tentang dampak perang perdagangan AS-Cina, seruan Presiden Donald Trump terhadap penurunan suku bunga, dan data ekonomi yang lebih lemah.

Dengan investor mengharapkan penurunan suku bunga pada awal Juli, indeks S&P 500 telah naik 5 persen bulan ini setelah jatuh pada Mei karena kekhawatiran tentang perang perdagangan AS-China.

Menopang ekspektasi penurunan suku bunga tahun ini, Federal Reserve New York mengatakan ukuran pertumbuhan bisnis Empire State di negara bagian New York mencatat rekor penurunan ke level terlemah dalam lebih dari 18 bulan pada bulan ini, menunjukkan kontraksi mendadak dalam kegiatan regional.

"Angka manufaktur Empire yang keluar sangat mengerikan," kata Jack Ablin, kepala investasi di Cresset Wealth Advisors, seperti dikutip Reuters.

"Kami kembali ke gagasan bahwa berita buruk adalah berita baik, dengan adanya pertemuan The Fed, dan bahwa Fed akan merespons dengan suku bunga yang lebih rendah," lanjutnya.

Komite penetapan suku bunga The Fed akan merilis pernyataannya pada Rabu (19/6) pukul 14.00 waktu setempat (Kamis 01.00 WIB), dengan Gubernur The Fed Jerome Powell mengadakan konferensi pers tak lama setelah itu.

Indeks S&P sektor perbankan, yang cenderung mendapat manfaat dari kenaikan tingkat suku bunga, turun 1 persen, sedangkan sektor keuangan S&P turun 0,93 persen.

Saham favorit investor yang mudah berubah, yaitu Facebook, Apple, Amazon, Microsoft dan Netflix mendorong indeks Nasdaq lebih tinggi.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,09 persen ke level 26.112,53 poin, sementara indeks S&P 500 juga menguat 0,09 persen ke 2.889,67 dan indeks Nasdaq Composite naik 0,62 persen ke 7.845,02.

Equity World

 

Nantikan Keputusan The Fed, Investor Wall Street Main Aman | Equity World


Penurunan 3,5 persen saham Dow Inc menahan penguatan indeks lebih lanjut, setelah broker BMO Capital Markets menurunkan peringkat saham produsen bahan kimia tersebut menjadi "perform" karena meningkatnya ketidakpastian makroekonomi.

Philadelphia Semiconductor Index turun 0,64 persen, tertekan oleh penurunan 2,8 persen saham Advanced Micro Devices dan Lam Research yang melemah 2,43 persen.

Saham produsen chipset AS telah digerogoti dalam beberapa pekan terakhir oleh ketidakpastian terkait dengan sengketa perdagangan, dan oleh langkah AS pada bulan Mei untuk memasukkan perusahaan teknologi China, Huawei, ke daftar hitam.

Investor juga menantikan KTT G20 di akhir bulan untuk pembaruan tentang kemajuan dalam pembicaraan untuk menyelesaikan perang dagang yang berkepanjangan antara AS dan China.

Equity World | Harga Jual Emas Antam Turun ke Rp 679.000 Per Gram

Equity World | Harga Jual Emas Antam Turun ke Rp 679.000 Per Gram

Equity World | Harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM, anggota indeks Kompas100) turun di awal pekan. Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam, Senin (17/6/2019) berada di Rp 679.000. Harga tersebut turun Rp 2.000 dari posisi, Sabtu (15/6/2019).

Equity World


Bagaimana Trump Bungkam Mereka yang Mencoba Ungkap Bahwa Ia Pecundang | Equity World

Kompak, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam hari ini juga turun Rp 2.000 menjadi Rp 608.000. Berikut harga emas batangan milik Antam dalam pecahan lainnya per hari ini dan sudah termasuk pajak:
0,5 gram: Rp 364.000
1 gram: Rp 679.000
5 gram: Rp 3.215.000
10 gram: Rp 6.365.000
25 gram: Rp 15.805.000
50 gram: Rp 31.535.000
100 gram: Rp 63.000.000
250 gram: Rp 157.250.000
500 gram: Rp 314.300.000
1.000 gram: Rp 628.600.000

 

Equityworld Futures | Perang Dagang AS-China Makin Panas, Bursa Saham Asia Jatuh

Equityworld Futures | Perang Dagang AS-China Makin Panas, Bursa Saham Asia Jatuh

Equityworld Futures | Bursa saham utama kawasan Asia kompak dibuka di zona merah pada perdagangan hari ini: indeks Nikkei turun 0,42%, indeks Shanghai turun 0,14%, indeks Hang Seng turun 0,33%, indeks Straits Times turun 0,14%, dan indeks Kospi turun 0,2%.

Potensi eskalasi perang dagang AS-China sukses memantik aksi jual di bursa saham Benua Kuning. Sebelumnya, sempat terdapat optimisme bahwa Presiden AS Donald Trump akan melakukan dialog dengan Presiden China Xi Jinping ketika gelaran KTT G-20 berlangsung pada akhir bulan ini di Jepang.

Pelaku pasar menaruh harapan yang besar terhadap pertemuan Trump dan Xi tersebut jika nantinya benar terealisasi. Pasalnya, kali terakhir Trump bertemu dengan Xi di sela-sela KTT G-20 pada bulan Desember lalu di Argentina, keduanya berhasil menyepakati gencatan senjata selama tiga bulan.


Selama periode gencatan senjata tersebut, keduanya tak akan mengerek bea masuk untuk importasi produk dari masing-masing negara. Gencatan senjata ini kemudian diperpanjang oleh Trump seiring dengan perkembangan negosiasi dagang yang positif.

Sayang, pertemuan Trump dan Xi ternyata masih begitu samar. Dengan waktu kurang dari tiga minggu, sejauh ini persiapan ke arah sana masih sangat minim.

Mengutip Reuters, pejabat senior di lingkungan pemerintahan China mengungkapkan bahwa Beijing bahkan belum melakukan apapun terkait rencana pertemuan Trump-Xi. "Bagi China, yang penting adalah protokol dan bagaimana beliau dihormati. China tidak ingin Xi pergi ke sebuah pertemuan yang akan mempermalukan dirinya," tegas sang pejabat.

Sekedar mengingatkan, Trump sebelumnya sudah mengancam bahwa dirinya akan membebankan bea masuk tambahan bagi produk impor asal China jika Xi sampai tak menemuinya di sela-sela KTT G-20 nanti.

Equityworld Futures


Pertemuan Trump-Xi Masih Abu-Abu, Bursa Saham Asia Loyo | Equityworld Futures

 

Belum tereskalasi lagi saja, perekonomian China sudah begitu tertekan. Kemarin siang, penjualan mobil periode Mei 2019 diumumkan anjok hingga 16,4% secara tahunan, menandai penurunan selama 11 bulan beruntun. Kontraksi pada bulan Mei juga lebih buruk ketimbang kontraksi pada bulan April yang sebesar 14,6%.

Mengingat posisi China sebagai negara dengan nilai perekonomian terbesar kedua di dunia, tekanan terhadap perekonomian China pastilah memberi dampak negatif yang relatif signifikan bagi negara-negara lain.

Equityworld Futures | Suku Bunga AS Bakal Turun, Harga Emas Stagnan

Equityworld Futures | Suku Bunga AS Bakal Turun, Harga Emas Stagnan

Equityworld Futures | Harga emas internasional dibuka stagnan pada Rabu pagi setelah menyentuh level terendah satu minggu terakhir. Hal itu didorong kekhawatiran perang dagang AS-China di tengah ekspektasi penurunan suku bunga Bank Sentral AS.

Dilansir dari CNBC, pada Rabu 12 Juni 2019, harga emas di pasar spot tetap atau stagnan di level US$1.326,9 per ons. Sedangkan emas berjangka AS stabil di level US$1.330,7 per ons.

Sebelumnya pada Selasa Presiden Trump mengungkapkan pengenaan tarif pada China merupakan bagian strategi perdagangannya. Sementara China bersumpah akan berikan tanggapan keras pada AS di tengah negosiasi.

Trump mengatakan bahwa dia memegang kesepakatan perdagangan dengan China dan tidak tertarik untuk maju kecuali Beijing setuju lagi pada empat atau lima poin utama yang tidak dia sebutkan sebelumnya.

Di dalam negeri, harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam, Rabu 12 Juni 2019, dibanderol seharga Rp673 ribu per gram. Harga itu tak berubah atau stagnan dibandingkan perdagangan kemarin.

Dikutip dari data Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, pembelian kembali atau buyback ditetapkan seharga Rp595 ribu per gram atau tak bergerak dibandingkan perdagangan kemarin.


Equityworld Futures

 

Harga emas naik tipis ditopang penurunan di pasar ekuitas AS | Equityworld Futures


Adapun harga emas berdasarkan ukuran di antaranya, emas lima gram Rp3,18 juta, 10 gram Rp6,3 juta, 25 gram Rp15,65 juta, dan 50 gram Rp31,23 juta. Kemudian, emas 100 gram dibanderol Rp62,4 juta, 250 gram Rp155,75 juta, dan emas 500 gram Rp311,3 juta.

Dan, untuk ukuran emas terkecil dan terbesar yang dijual Antam pada hari ini, yaitu 0,5 gram dibanderol Rp365 ribu dan 1.000 gram sebesar Rp622,6 juta.

Adapun untuk pembelian emas hari ini, Antam mencatat untuk ukuran 0,5 gram dan 250 gram, tidak tersedia. Sementara itu, emas ukuran satu gram, dua gram, 500 gram 1.000 gram hanya tersedia di butik logam mulia.

 

Equityworld Futures | Trump akan kutip tarif impor barang dari Meksiko, saham produsen mobil Asia anjlok

Equityworld Futures | Trump akan kutip tarif impor barang dari Meksiko, saham produsen mobil Asia anjlok

Equityworld Futures | Saham-saham produsen mobil di Asia anjlok pada Jumat (31/5) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif impor barang dari Meksiko mulai bulan depan.

Geram dengan lonjakan imigran ilegal melintasi perbatasan selatan AS, Trump mengatakan, dia akan mengenakan tarif impor sebesar 5% untuk semua barang yang datang dari Meksiko pada bulan depan. Tarif akan meningkat setiap bulan hingga mencapai 25% pada 1 Oktober 2019, kecuali Meksiko segera mengambil tindakan terhadap imigran ilegal.

Keputusan Trump ini dapat menghantam sejumlah perusahaan global, termasuk perusahaan Amerika dan Asia dengan industri otomotif yang sangat rentan.
Selama bertahun-tahun pembuat mobil telah membangun pabrik kendaraan di Meksiko, mengambil keuntungan dari tenaga kerjanya yang murah, kesepakatan perdagangan dan kedekatannya dengan AS yang merupakan pasar mobil terbesar di dunia setelah China.

Ini juga tampaknya akan menjadi bumerang bagi konsumen AS karena akan menaikkan harga barang seperti mobil, lemari es dan pesawat televisi.

“Margin sangat tipis di pasar AS sekarang sehingga tidak mungkin ada pembuat mobil yang tidak akan memberikan tarif ini kepada pelanggan mereka,” kata Janet Lewis, seorang analis di Macquarie Securities seperti dikutip Reuters.

Di Jepang, harga saham Toyota Motor Corp turun 2%, sementara harga saham Nissan Motor Co turun 5% dan saham Honda Motor Co merosot hampir 4%.
Harga Mazda Motor Co menerima pukulan lebih besar, jatuh hampir 7%. Empat produsen mobil tersebut mengoperasikan pabrik perakitan kendaraan di Meksiko dan memproduksi sekitar sepertiga dari kendaraan yang dibuat di sana.

Kendaraan dan suku cadangnya merupakan impor terbesar Meksiko ke AS, berjumlah US$ 93,3 miliar pada tahun 2018, diikuti oleh mesin listrik, reaktor nuklir, mineral dan minyak, dan peralatan optik.

Di Korea Selatan, harga saham Hyundai Motor Co dan afiliasi Kia Motors Corp masing-masing turun 0,7% dan 4,2%. Hyundai Wia Corp, yang memasok komponen mobil ke dua produsen otomotif ini, jatuh 6,2%.

"Meskipun kita harus menunggu dan melihat apakah rencana tarif AS akan benar-benar dilaksanakan, ini berdampak negatif pada sentimen investor," kata Chang Moon-su, analis Hyundai Motor Securities di Seoul seperti dilansir Reuters.

Equityworld Futures


Aksi Jual Mereda, Wall Street Menguat | Equityworld Futures

 

Pembuat mobil top Jepang dan pemasok mereka, termasuk Denso Corp dan Aisin Seiki Co, telah membangun kendaraan di Meksiko selama beberapa dekade, baik untuk pasar domestik dan untuk ekspor ke AS. Mereka mengambil keuntungan dari perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara, yang meliputi Kanada.

Di antara mereka, Nissan memproduksi kendaraan terbanyak di Meksiko, dengan ekspornya ke AS mencapai sekitar seperempat dari total penjualan kendaraannya di sana. Mobil model Sentra dan Versa dibuat di Meksiko untuk pasar AS.

Sementara Mazda, mengekspor sekitar 30% dari mobil yang diproduksi Meksiko ke AS. Toyota, yang telah memperluas produksi truk pick-up di AS, mengekspor kurang dari 10%, seperti halnya Honda.

Equity World | Bursa Saham Asia Jeblok, Yen Jepang Kian Bersinar

Equity World | Bursa Saham Asia Jeblok, Yen Jepang Kian Bersinar

Equity World | Bursa saham Amerika Serikat (AS) yang jeblok pada perdagangan Selasa tadi malam (28/5/19) terlihat akan memberikan pengaruh buruk bagi bursa saham Asia pada Rabu ini (29/5/19).

Kondisi ini membuat para investor mengalihkan investasi ke aset-aset aman atau safe haven. Data perdagangan menunjukkan, Indeks Shanghai minus 0,33%, Hang Seng juga turun 0,48%, dan Nikkei 225 anjlok 1,21% pada perdagangan Rabu ini pukul 09.05 WIB.

Penguatan bursa saham benar-benar membuat pasar forex menguat. Mata uang yen Jepang yang dianggap sebagai safe haven kembali menunjukkan sinarnya.


Sejak Selasa kemarin yen telah menguat melawan dolar AS (USD/JPY bergerak turun) dan berlanjut pada hari ini. Pada pukul  7:40 WIB  yen menguat ke level 109,13/US$ dibandingkan penutupan perdagangan Selasa di level 109,36/US$, mengutip data dari Refinitiv.

Kecemasan akan pelambatan ekonomi kembali memicu aksi jual di bursa saham. Imbal hasil atau yield obligasi AS (US Treasury) tenor 10 tahun yang turun ke level terendah 19 bulan dianggap sebagai indikator potensi pelambatan ekonomi Negeri Paman Sam.

Serangkaian data ekonomi AS yang buruk pada pekan lalu, ditambah dengan eskalasi perang dagang dengan China membuat outlook perekonomian kembali suram.

Beberapa bank investasi besar sudah memangkas proyeksi produk domestik bruto (PDB) AS di kuartal-II 2019. Morgan Stanley memberikan proyeksi PDB AS di kuartal ini sebesar 0,6% diturunkan dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 1,0%.
Begitu juga dengan JPMorgan yang menurunkan prediksi menjadi 1,0% dari sebelumnya 2,25%.

Di sisi lain pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada akhir pekan lalu hingga Senin kemarin memang meredakan tensi perang dagang namun dikatakan tidak menyelesaikan masalah.

Trump mengatakan akan mengumumkan hasil negosiasi kemungkinan di bulan Agustus, dan akan bagus bagi dua negara dalam hal perdagangan.


Equity World


Huawei Tantang Pemerintah AS, Bursa Saham Asia Berguguran | Equity World


Analis senior dari Sony Financial Holdings mengatakan meski pernyataan tersebut positif namun masih ada waktu yang cukup panjang sampai ada hasil resmi, dan bukan berarti masalah sudah terselesaikan.

Apalagi perang dagang AS - China yang masih memanas, membuat investor berhati-hati untuk masuk ke aset berisiko, melansir CNBC International. Kehati-hatian investor tersebut bisa membuat si safe haven yen Jepang semakin bersinar.

Equity World | Kivlan Jadi Tersangka, Besok Diperiksa

Equity World | Kivlan Jadi Tersangka, Besok Diperiksa

Equity World | Mantan kepala staf komando cadangan strategis TNI AD, Mayjen (Purn) Kivlan Zein telah ditetapkan sebagai tersangka kasus makar.

Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, membenarkan penetapan status tersangka Kivlan Zein. Bahkan telah mengirimkan surat panggilan kepada Kivlan Zein.

“Iya betul (sudah jadi tersangka),” ujarnya di Jakarta, Selasa (28/5/2019).

Ia menambahkan, pemeriksaan sebagai tersangka akan dilakukan Rabu (29/5/2019) besok pukul 10.00 WIB di Bareskrim Polri. Kivlan Zein dikonfirmasi akan menghadiri pemeriksaan tersebut.


“Besok infonya dari PH (penasehat hukum) (Kivlan) akan hadir dalam riksa di Bareskrim,” imbuhnya.

Saat ditegaskan kembali apakah dengan penetapan status tersangka ini artinya unsur pidana dugaan makar yang diduga dilakukan Kivlan telah terpenuhi. Dedi membenarkan.

“Ya pasti wes to mas untuk pidana makarnya (sudah terpenuhi),” katanya.

Equity World


Gara-gara Brexit, London tak Lagi Jadi Pusat Keuangan Dunia | Equity World


Diketahui, Kivlan Zen dilaporkan oleh Jalaludin di Bareskrim Polri atas tuduhan makar pada 7 Mei 2019. Laporan tersebut diterima penyidik dengan nomor laporan polisi LP/B/0442/V/2019/Bareskrim tertanggal 7 Mei 2019.

Kivlan dilaporkan atas dugaan Tindak Pidana Penyebaran Berita Bohong atau hoax dengan Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP pasal 14 dan atau pasal 15, serta terhadap Keamanan Negara atau Makar UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP pasal 107 jo asal 110 jo pasal 87 dan atau pasal 163 bis jo pasal 107.

Equityworld Futures | Wabah Flu Babi yang menyerang China diyakini akan mendongkrak harga daging dunia untuk kemudian memukul sejumlah saham di Wall Street.

Equityworld Futures | Wabah Flu Babi yang menyerang China diyakini akan mendongkrak harga daging dunia untuk kemudian memukul sejumlah saham di Wall Street.

Equityworld Futures | Setelah  sentimen perang dagang AS-China mampu menggerus posisi indeks Wall Street dalam rentang yang tajam, sentimen lain terlihat akan memberikan tekanan jual pada saham-saham  pertanian di bursa saham terbesar di dunia itu. Adalah pecahnya wabah Flu babi di China yang kali ini akan menjadi penyebabnya. Sejumlah laporan meyebutkan, Flu Babi, atau yang sering disebut ASF (African Swine Flu), yang telah memusnahkan hingga 200 juta ekor babi di China.

Parahnya serangan wabah Flu babi di China diyakini akan menyeret bursa saham Wall Street semakin tertekan. Hal ini mengingat sejumlah hal, pertama adalah permintaan daging babi di China yang masih konstan dan bahkan cenderung meningkat, sementara di sisi lainnya pasok babi di Cina dipastikan runtuh hingga 30%.  Akibatnya, harga babi akan melonjak dan hal yang sama kan mendera seluruh pasar dunia, di mana China sejauh ini merupakan konsumen dagung babi terbesar dunia dengan mencapai kisaran 50 juta ton per tahun.

Meroketnya harga daging babi di dunia juga diyakini akan turut menyeret kenaikan harga daging sumber protein lainnya, dan saham-saham yang bergerak di bidang rumah makan akan terpukul akibat kenaikan ini.  Sementara pukulan lainnya akan datang dari mer4osotnya permintaan kedelai dunia, mengingat produsen daging babi di China akan mengurungkan niatnya untuk melanjutkan proses produksi akibat kekhawatiran terserang ASF tersebut.

Sentimen dagang, memang masih akan memberikan warna pada gerak indeks di bursa Wall Street pekan ini. Namun wabah flu babi juga diyakini akan turut menyertai sentimen yang menghampar.


Equityworld Futures


Saham Asia Diperdagangkan Beragam Di Tengah Kenaikan Yuan | Equityworld Futures


Senytimen flu babi ini akan semakin memberikan pukulan bagi Wall Street setelah sebelumnya sejumlah saham unggulan di sektor teknologi telah berhasil menyeret indeks Wall Street dalam penurunan yangsangat suram. Potensi rebound teknikal pada indeks Wall Street kini terancam untuk ertunda akibat deraan Flu babi yang diperkirakan masih akan mengganas hingga tahun depan.

Sejumlah laporan sebelumnya bahkan telah menekankan  bahwa hampir dipastikan harga daging dunia akan melonjak tinggi pada tahun depan akibat dari serangan flu babi di China ini.

 

Equity World | Perang Dagang Kian Panas, Harga Emas Antam Naik Tajam

Equity World | Perang Dagang Kian Panas, Harga Emas Antam Naik Tajam

Equity World | Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) secara mengejutkan naik tajam Rp 4.000 (0,65%) pada perdagangan Jumat ini (24/5/2019) menjadi Rp 617.000 per gram, dari hari sebelumnya Rp 613.000 per gram.

Penguatan harga terjadi signifikan seiring dengan lonjakan harga emas di pasar spot global dalam 2 hari terakhir yang dikompori semakin panasnya perang dagang China-Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan harga Logam Mulia di gerai Butik Emas LM - Pulo Gadung di situs logammulia milik Antam hari ini, harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram menguat menjadi Rp 61,7 juta dari harga kemarin Rp 61,3 juta per batang.  

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.


Equity World

 

Jadi Ratu Sehari, Dolar AS Kudeta Rupiah! | Equity World

 

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga naik hari ini menjadi Rp 591.000 per gram dari sebelumnya Rp 587.000 per gram kemarin.  

Harga itu dapat menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

Terkait dengan harga emas di pasar spot global, kemarin harga logam mulia ini sudah mencapai US$ 1.283,05 per troy ounce, melonjak 0,76% dari US$ 1.273,36 per troy ounce pada hari sebelumnya.

Hari ini, harga emas di pasar spot masih menguat tipis sebesar 0,04% ke US$ 1.283,59 per troy ounce.

View older posts »

Search

Comments

There are currently no blog comments.