Menu

PT EQUITY WORLD FUTURES

Blog Component

Equityworld Futures | Inter Sudah Bertranformasi Saat Lawan Milan

Equityworld Futures | Inter Sudah Bertranformasi Saat Lawan Milan

Equityworld Futures | Inter Milan memetik kemenangan atas AC Milan dalam derby Della Madonnina. Nerazzuri dinilai sudah bertransformasi saat melawan Rossoneri.

Saat bertanding dalam lanjutan Liga Italia di San Siro, Senin (18/3/2019) dinihari WIB, Inter memetik kemenangan 3-2 atas Milan. Kemenangan ini menjadi obat kegagalan melaju di Liga Europa, juga laju buruk dalam beberapa laga.

Inter disingkirkan Eintracht Frankfurt di babak 16 besar Liga Europa. Mereka juga cuma memetik sekali kemenangan dalam lima pertandingan sebelum melawan Milan.

Mateo Vecino, Stefan De Vrij, dan Lautaro Martinez yang menjadi penentu kemenangan tim Biru-Hitam dalam pertandingan kali ini. Luciano Spalletti yang bilang Inter sudah bertransformasi.


ASI Berhenti di Bulan Ke-6 Seperti Nur Asia, Pengaruh Usia? | Equityworld Futures

Info lowongan kerja di Equity World SSC Jakarta | Equityworld Futures


"Saat anda menampilkan permainan buruk, tersingkir dari turnamen, dan saat semua orang mengambil keuntungan atas hal itu, kalau anda tak menjelaskan apa yang terjadi dan apa yang harus diperbaiki, anda berisiko terus menerus mendapat tekanan," kata Spalletti di Football Italia.

"Seperti yang saya bilang saya bilang saat itu, kami harus mempunyai sikap pada situasi seperti ini, sebuah tim mencoba melupakan semua yang terjadi sebelumnya. Saya melihat transformasi itu," dia menambahkan.


Equityworld Futures

 

Equity World | Waduh, Kerja Lembur di Akhir Pekan Bisa Tingkatkan Risiko Depresi

Equity World | Waduh, Kerja Lembur di Akhir Pekan Bisa Tingkatkan Risiko Depresi

Equity World | Waduh, Kerja Lembur di Akhir Pekan Bisa Tingkatkan Risiko Depresi

Akhir pekan seharusnya dijadikan waktu seseorang untuk istirahat dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Nah, kerja lembur di akhir pekan nyatanya memiliki dampak buruk bagi kesehatan mental Anda.

Dikutip Dewiku dari World of Buzz, orang yang kerja lembur di akhir pekan berisiko tinggi mengalami depresi.

Penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Epidemologi & Kesehatan Masyarakat ini dilakukan oleh University College London, Departemen Penelitian dan Kebijakan di Age UK, dan Queen Mary University of London dan melibatkan total sampel data 11.215 lelaki dan 12.188 perempuan.

Menentukan standar minggu kerja sebagai 35 hingga 40 jam seminggu, mereka menghasilkan kategori berikut :

1. Kurang dari jam kerja standar: <35 jam seminggu
2. Jam kerja standar: 35-40 jam seminggu
3. Jam kerja panjang: 41-55 jam seminggu
4. Jam kerja ekstra panjang: 55+ jam seminggu

Studi ini menemukan bahwa perempuan yang bekerja dengan jam kerja ekstra panjang atau pada akhir pekan terbanyak memiliki kesehatan mental terburuk dibanding perempuan yang bekerja dengan jam standar.


Putrinya Meninggal karena Epilepsi, Orang Tua Putuskan Sumbangkan Organnya | Equity World


Bagi lelaki, bekerja lebih banyak atau lebih sedikit saat akhir pekan daripada hari kerja tidak berpengaruh pada gejala depresi.

Namun, penting untuk dicatat bahwa bekerja di akhir pekan tetap menyumbang peningkatan risiko depresi pada keduanya. Sebab ditemukan juga bahwa lelaki cenderung mengalami gejala depresi dengan pekerjaan akhir pekan ketika mereka tidak menyukai kondisi kerja mereka.

Kesehatan, baik fisik dan mental adalah prioritas yang harus dijaga semua orang. Jadi, pastikan kamu mendapatkan keseimbangan kehidupan kerja yang baik ya!

Equity World | Sederet Masalah Kesehatan yang Mengancam dari Penggunaan Sandal Jepit Terlalu Lama

Equity World | Sederet Masalah Kesehatan yang Mengancam dari Penggunaan Sandal Jepit Terlalu Lama

Equity World | Bentuknya yang praktis dan mudah digunakan membuat sandal jepit menjadi salah satu alas kaki paling populer di Indonesia. Suhu panas di wilayah di Indonesia menyebabkan banyak orang yang lebih memilih untuk menggunakan sandal jepit ini dibanding sepatu yang membuat kaki panas.

Namun walau cukup praktis, terdapat sejumlah bahaya yang dikandung oleh penggunaan sandal jepit ini. Dilansir dari Idiva, berikut sejumlah masalah kesehatan yang muncul dari penggunaan sandal jepit ini.

Tak Memiliki Bantalan Kaki

Banyak orang yang menggunakan sandal jepit untuk berjalan kaki dalam jangka waktu yang lama. Hal ini ternyata justru bisa berbahaya bagi kaki karena sandal jepit tak memiliki bantalan tumit sehingga bisa menimbulkan cedera.

Memiliki Sedikit Perlindungan untuk Kaki

Karena mudah digunakan dan terbuka, sandal jepit memiliki perlindungan yang sangat minim bagi jari kaki. Minimnya perlindungan ini bisa membuat kaki rawan cedera, terkena gigitan serangga, serta sengatan sinar matahari.

Bisa Menyebabkan Kerusakan Jari

"Mengenakan sandal jepit bisa menyebabkan hammertor, di mana buku-buku jari kaki bisa menekuk secara permanen. Hal ini terjadi karena buku-buku jari bekerja lebih keras untuk mencengkeram sandal jepit," ungkap Dr Rana K, seorang ahli tulang di sebuah klinik kesehatan di Delhi.

"Selain gangguan tersebut, pemakaian sandal jepit secara rutin membuat kaki rentan terkena plantar faciitis yaitu peradangan di telapak kaki dan kaki yang sangat menyiksa," lanjutnya.

Membuat Postur Tubuh jadi Buruk

Penggunaan sandal jepit bisa membuat postur tubuh seseorang menjadi berantakan. Pasalnya, sandal jepit yang tidak memiliki bantalan dan cenderung datar dan dapat mengubah biomekanik tubuh yang pada gilirannya bisa mempengaruhi postur tubuh.

Mengandung Bahan Beracun

Karena terbuat dari karet, sandal jepit kemungkinan mengandung bahan beracun seperti lateks yang bisa menyebabkan alergi atau BPA. Selain itu, racun ini kemungkinan juga bisa menyebabkan kanker.


Sakit Kepala Sebelah Dapat Menyebabkan Munculnya Masalah Mata Kering | Equity World

 

Info lowongan kerja di Equity World SSC Jakarta | Equity World


Merusak Kesehatan Tumit

Karena sandal jepit cenderung datar dan tipis, maka tumit kakimu bisa rentan cedera.

"Disadari atau tidak, pemakaian sandal jepit dalam waktu yang lama bisa menyebabkan rasa nyeri di tumit muncul," ungkap Dr Rana.

Sejumlah masalah kesehatan itu bisa mengancam kesehatanmu jika kamu terlalu lama menggunakan sandal jepit. Oleh karena itu, sebaiknya batasi penggunaan di lingkungan rumah saja atau dalam jangka waktu tertentu agar tidak berbahaya di kemudian hari.


Equity World

Equity World | Griezmann: Cristiano Ronaldo Pemain Luar Biasa, Fenomenal!

Equity World | Griezmann: Cristiano Ronaldo Pemain Luar Biasa, Fenomenal!

Equity World | Striker Atletico Madrid, Antoine Griezmann memuji habis penampilan megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo di laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2018/2019 antara kedua tim, Kamis (13/3/2019) dini hari WIB.

Ronaldo memang tampil kesetanan di Juventus Stadium dini hari tadi. Penyerang veteran asal Portugal itu memborong tiga gol Juventus ke gawang Atletico! Juventus menang 3-0 dan membuat kemenangan Atletico pada leg pertama di Wanda Metropolitano dengan skor 2-0 menjadi tak berarti.

Juventus melenggang ke perempatfinal Liga Champions musim ini dengan keunggulan 3-2 atas Atletico Madrid.

"Ronaldo adalah pemain yang luar biasa, pemain yang fenomenal! Ia punya tiga peluang dan ia mencetak tiga gol," sanjung Griezmann sebagaimana dilansir laman resmi UEFA.

Secara pribadi, Griezmann juga mengaku bertanggung jawab atas kekalahan yang diderita Atletico di Turin tersebut.


Ezra Tak Kunjung Gabung Skuat Timnas Indonesia U-23, Ini Kata Indra Sjafri | Equity World


Info lowongan kerja di Equity World SSC Jakarta | Equity World


"Sebab saya tidak bisa memberikan dampak berarti di pertandingan tadi," sesal penyerang internasional Prancis itu.

Menurut Griezmann, Atletico tampil sangat buruk di waktu yang sangat tidak tepat.

"Kami tidak bisa menampilkan permainan terbaik. Sungguh waktu yang salah untuk tampil buruk. Kami semua sedih," tandas Griezmann.


Equity World

 

Equity World | Hasil Piala Presiden: Ditahan Tira-Persikabo, Persebaya ke Perempatfinal

Equity World | Hasil Piala Presiden: Ditahan Tira-Persikabo, Persebaya ke Perempatfinal

Equity World | Persebaya Surabaya ditahan 0-0 Tira-Persikabo di laga terakhir Grup A Piala Presiden 2019. Bajul Ijo pun keluar sebagai juara grup dan ke perempatfinal.

Berlaga di Stadion Si Jarak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (12/2/2019), Persebaya langsung menekan Tira-Persikabo sejak menit awal.

Manuchehr Jalilov dan Irfan Jaya yang menempati kedua sisi penyerangan Bajul Ijo beberapa kali menebar ancaman. Beruntung lini pertahanan The Army mampu meredam kecepatan keduanya.

Memasuki menit ke-30, Tira-Persikabo memiliki punya peluang untuk membuka skor. Abduh Lestaluhu melepaskan umpan panjang, tapi gagal disambut dengan sempurna Loris Arnaud.

Empat menit berselang, giliran Persebaya yang mengancam gawang Tira-Persikabo. Amido Balde menyundul bola kiriman Jalilov, namun kiper Angga Saputra masih mampu menggagalkan upaya tersebut. Meski kedua tim saling bertukar serangan skor 0-0 tak berubah hingga babak pertama berakhir.

Di babak kedua, Persebaya membuka ancaman lewat Irfan Jaya pada menit ke-55. Tusukannya di sisi kanan mampu menembus lini pertahanan The Army. Ia kemudian mengakhiri aksinya tersebut lewat sepakan yang masih menyamping dari gawang Angga Saputra.

Laga semakin memanas memasuki pertengahan babak kedua. Di menit ke-75, Tira-Persikabo mendapatkan hadiah penalti setelah Arnaud dijatuhkan M. Hidayat.

Arnaud kemudian mengambil tugas sebagai eksekutor. Tapi sepakan mendatarnya ke arah kanan dengan gemilang mampu ditepis Abdul Rohim.

Mantan penyerang Persela Lamongan ini kembali punya peluang untuk menggetarkan jala Persebaya. Kali sepakan pemain yang sempat merumput bersama Paris Saint-Germain ini masih melebar.

Hingga laga berakhir, tak ada gol yang tercipta. Skor 0-0 memastikan Persebaya menjadi juara Grup A dengan 7 poin, unggul produktivitas gol dengan Tira-Persikabo.

Persebaya pun lolos ke perempatfinal, sementara Tira-Persikabo harus menunggu runner up grup lain untuk menjadi peringkat dua terbaik. Sementara laga Grup A lainnya akan mempertemukan tuan rumah Persib Bandung menghadapi Perseru Serui.

Kasihan Jack Miller, Bokongnya Kedinginan di MotoGP Qatar | Equity World

Info lowongan kerja di Equity World SSC Jakarta | Equity World

 

Susunan Pemain

Tira-Persikabo: Angga Saputra; Herwin Saputra, Khurshed Beknazarov, Abduh Lestaluhu, Rifad Marasabessy; Guntur Triaji, Parfait Essengue, Rezki Ikhwan, Wawan Febrianto; Loris Arnaud, Ciro Alves

Persebaya Surabaya: Abdul Rohim; Abu Rizal, M. Syaifudin, Andri Muliadi, Novan Setya Sasongko; M. Hidayat, Misbakus Solihin, Rendi Irawan; Irfan Jaya, Amido Balde, Manuchehr Jalilov

Equity World

 

Equity World | Arsenal Hukum Berat Suporter yang Invasi Lapangan

Equity World | Arsenal Hukum Berat Suporter yang Invasi Lapangan

Equity World | Arsenal tak main-main untuk menghukum ulah suporter yang masuk ke lapangan dalam duel lawan MU, Minggu (10/3/2019) di Emirates Stadium. Bahkan mereka langsung menangkap oknum suporter yang liar tersebut.

Seorang suporter tiba-tiba masuk ke lapangan setelah Pierre-Emerick Aubameyang mencetak gol kedua Arsenal. Ia sempat mendorong Chris Smalling sebelum akhirnya keluar dari lapangan.

Manajer Arsenal, Unai Emery dan manajer MU, Ole Gunnar Solskjaer sangat prihatin dengan kejadian ini. Mereka berharap kejadian sama tak terulang di laga lain.

"Kami meminta maaf pada Smalling dan juga MU. Sekarang pelakunya sudah diamankan pihak kepolisian," bunyi pernyataan resmi Arsenal.

"Yang jelas pelaku tersebut kami larang untuk menonton laga Arsenal secara langsung baik di kandang dan tandang. Kami juga akan mengevaluasi staf di stadion untuk menangani situasi ini."


Arsenal sendiri menang 2-0 atas MU dalam laga tersebut. Dua gol dicetak Granit Xhaka dan Aubameyang.

Kemenangan juga membuat Arsenal naik ke posisi ketiga klasemen. Mereka mengoleksi 60 poin dari 30 laga.

"Tentu saya tidak mau hal seperti ini terjadi. Tapi kejadian itu di luar kontrol saya," kata Emery.


Giliran Bek Kanan AC Milan Masuk Bidikan MU | Equity World

 

Hasil Liga Inggris:

Crystal Palace 2-1 Brighton

Cardiff 2-0 West Ham

Huddersfield 0-2 Bournemouth

Leicester 3-1 Fulham

Newcastle 3-2 Everton

Southampton 2-1 Tottenham

Man City 3-1 Watford

Liverpool 4-2 Burnley

Chelsea 1-1 Wolverhampton

Arsenal 2-0 MU

Equity World

Equity World | De Javu Solskjaer, Setan Merah Kembali Gentayangan di Eropa

Equity World | De Javu Solskjaer, Setan Merah Kembali Gentayangan di Eropa

Equity World | Ada setan kembali bergentayangan di Eropa: Manchester United. Setan-setan muda yang mampu menjungkir-balikkan semua prediksi. PSG yang bertabur bintang, takluk. Kini, raksasa sepak bola benua Biru ramai-ramai mencari cara mengusir sosok yang membangkitkan setan itu: Ole Gunnar Solskjaer.

SIR Alex Ferguson tampak tegang pada masa jeda babak pertama laga final Liga Champions musim 1998-1999, yang mempertemukan Man United dan Bayern Muenchen. Timnya sementara tertinggal 0-1.

Dalam ruang ganti, Sir Alex panjang lebar berbicara khusus kepada Teddy Sheringham, striker bintang Setan Merah kala itu.

Sang gaffer tampak menjelaskan rencana yang harus dijalankan Teddy selama babak kedua, agar bisa memaksa raksasa sepak bola Jerman takluk atau sedikitnya terpaksa memainkan babak tambahan.

Sementara di salah satu bangku pemain dalam ruangan tersebut, Ole Gunnar Solskjaer terdiam sembari terus memerhatikan sang bos yang terus berbincang dengan Sheringham.

Ole menyimpan amarah. Benaknya disesaki pertanyaan: kenapa Sir Alex tak mau berbicara dengannya. Ia merasa tersisih, terbuang, tak dipedulikan oleh orang yang dihormatinya tersebut.

"Hei, aku sudah mencetak 17 gol musim ini. Gol itu untuk Anda, apakah kau tak mau berbicara denganku?" kata Ole dalam hati kala itu.

Hingga masa jeda selesai dan seluruh pemain kembali ke lapangan, Sir Alex tetap mendiamkan Ole. Pemain asal Norwegia tetap berada di pinggiran lapangan, tempat pemain cadangan.

Persis pada menit ke-67, Sir Alex memberi aba-aba agar Sheringham masuk ke lapangan. Ia menarik keluar pemain sayap kirinya yang tak berdaya, Jesper Blomqvist.

Sir Alex tampak memberi isyarat agar Sheringham harus bisa menciptakan satu gol, untuk memaksakan babak tambahan.

Namun, hingga memasuki 10 menit terakhir babak kedua, Sheringham dkk belum menunjukkan tajinya.

Suporter Man United yang memenuhi stadion Camp Nou Barcelona semakin tegang, sebagian sudah menahan tangisan.

Pada masa-masa genting itulah Sir Alex lantas menunjuk Solskjaer untuk masuk ke lapangan, persisnya menit ke-81.

Solskjaer langsung mengamuk. Ia sempat beberapa kali membuat kiper Muenchen Oliver Kahn kelimpungan. Tapi, tembok pertahanan lawan tetap kokoh.

Sementara wasit keempat telah memberikan tanda injury time selama tiga menit. Sir Alex dan kubu United semakin tegang.

Segera setelah menapaki masa injury time, Man United mendapatkan peluang lewat tendangan penjuru. Suporter mereka mengira, ini adalah serangan terakhir klub mereka.

Itu setelah melihat kiper mereka, Peter Schmeichel maju ke kotak penalti lawan, untuk menambah daya gedor.

Keajaiban terjadi. David Beckham muda yang mengambil tendatangan sudut melayangkan bola di atas kepala Schmeichel. Dwight Yorke ada di dekatnya, mengeksekusi... tapi digagalkan oleh Thorsten Fink, disapu keluar.

Sapuan tidak sempurna—Ryan Giggs ada di sana! Giggs, di sisi kanan lapangan, menembak—sayang terlalu lemah dan lambat... ada Sheringham di sana! Menyapu bola dengan kaki kanan... goool!

United sukses mencetak gol penyeimbang pada menit 90+1. Harapan kembali terbuka, untuk menjalani babak tambahan.

Tapi ternyata keajaiban buat United terus berlanjut. Hanya selang 30 detik, United kembali dihadiahi tendangan pojok.


Kali ini Schmeichel tetap di gawangnya, berjaga-jaga terhadap serangan balik Muenchen. Beckham kembali mengeksekusi tendangan pojok, disambut sundulan Sheringham menuju bawah... ada Solskjaer! Tendangan ke atas... masuk ke gawang Muenchen. Goool!

Sorak-sorai bergema di seantero stadion. Solskjaer dikerubungi oleh para pemain United, pengganti, dan juga staf-stafnya di bangku cadangan.

Gol itu adalah yang terakhir dalam laga tersebut, United sukses mengangkat trofi kedua Liga Champions mereka.

Setelah 18 tahun berlalu, Ole Gunnar Solksjaer mengenang masa-masa itu saat diwawancarai FourFourTwo, Desember 2018.

"Kala itu tidak ada yang istimewa. Sir Alex berbicara panjang lebar dengan Teddy sewaktu istirahat babak pertama, dan itu membuatku kesal," tuturnya.

"Saya berpikir: Saya sudah mencetak 17 gol untuk Anda musim ini, sebagian besar datang sebagai pengganti, apakah Anda tak mau berbicara kepada saya?" lanjut Ole.

Setelah menjadi matang karena umur yang menua, Ole baru memahami bahwa itulah cara Sir Alex untuk memacu semangatnya.

“Sir Alex mendiamkan saya, ternyata itulah cara untuk memicu saya, untuk membuat saya merasa 'Saya akan membuktikan Anda salah'. Begitulah.”

Ole masih mengingat kalimat yang dilontarkan Sir Alex khusus kepadanya seusai laga itu: "Ole, kau pantas mendapatkan ini, piala ini. Kau sangat pantas memenangkan Liga Champions".

Dia kala itu mungkin tak bakal berpikir, bakal kembali mencecap rasa yang hampir sama.

Peristiwa yang mirip, benar-benar terjadi tatkala Manchester United bertandang ke kandang Paris Saint-Germain dalam laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2018/2019 dini hari tadi.

Man United secara fenomenal mampu meraih kemenangan 3-1 di Parc des Princes. Padahal, Setan Merah sebelumnya keok dengan skor 0-2 pada leg pertama yang digelar di Old Trafford tiga pekan lalu.

Ole tampil sebagai sosok sentral dalam kemenangan United itu. Tidak sebagai pemain, tapi pelatih.

Momen Ulangan

Babak kedua pertandingan bakal memasuki masa injury time, tatkala papar skor menunjukkan United unggul 2-1 atas PSG. Namun, keunggulan itu belum bisa membawa United lolos ke babak selanjutnya, karena masih kalah agregat.

Tapi, situasi itu berubah ketika pada menit '90, persis saat wasit keempat mengangkat papan tanda tambahan waktu 3 menit sebelum laga berakhir.

Bek sayap kanan United yang masih muda, Diogo Dalot, tak mau menyia-siakan waktu tiga menit tersebut. Ia tancap gas, merangsek ke depan dan melepas tendangan keras dari bibir luar kotak penalti PSG.

Bola yang dilesakkan Dalot membentur bek PSG Presnel Kimpembe, dan bergulir ke luar. Wasit asal Slovenia yang memimpin laga tersebut, Damir Skomina, memberikan isyarat tanda hadiah tendangan pojok untuk United.

Namun, pada saat bersamaan, Dalot mengangkat tangan kanannya untuk memberitahu Damir bahwa tembakannya mengenai lengan Kimpembe dan meminta hadiah penalti.

Damir akhirnya menyetop laga. Ia berlari ke pinggir lapangan untuk menyaksikan tayangan ulang pada layar besar Video Assistant Referee alias VAR.

Sejurus kemudian, Damir berlari masuk lapangan dan telunjuknya menunjuk titik putih: penalti untuk United. Kimpembe merungkuk sembari menutupi wajahnya tanda kecewa.

Marcus Rashford, striker muda ujung tombak United mengeksekusi bola yang ternyata tak bisa ditahan oleh kiper veteran Gianluigi Buffon. Gol, 3-1 untuk keunggulan United yang bertahan hingga akhir pertandingan.

Seluruh pemain PSG lesu. Angel di Maria yang dicap pengkhianat oleh suporter United celingak-celinguk kebingungan setelah wasit mengakhiri laga. Pada bangku penonton, Neymar —striker PSG yang cedera-- bengong.

'Solskjaer Babes'

Seusai laga, Ole mengungkapkan resep tokcer untuk membalikkan keadaan dan menaklukkan PSG.

Selain hal teknis, ia mengungkapkan berupaya mengubah paradigma para pemainnya untuk tak menyerah —seperti dia muda tatkala dilatih Sir Alex.

Ia menyebut Man United terinspirasi kemenangan Ajax Amsterdam dan Barcelona. Sehari sebelumnya, Ajax memang juga sukses menorehkan pencapaian fenomenal.

Ajax juga sukses membalikkan agregat seusai mempermalukan tuan rumah Real Madrid dengan skor 4-1 di Santiago Bernabeu pada leg kedua babak 16 besar. Ajax lolos ke perempat final dengan keunggulan agregat 5-3.

Sedangkan Barcelona pernah melakukan comeback fantastis pada babak 16 Besar Liga Champions musim 2016/2017, juga atas PSG. Kalah 0-4 pada leg pertama, Barcelona menang 6-1 pada leg kedua untuk melangkah ke delapan besar.

"Sehari sebelum laga, kami melihat pertandingan antara Real Madrid dan Ajax, Barcelona melawan PSG (pada musim 2016/2017). Itu adalah skenario yang mirip dan menunjukkan bahwa semangat pantang menyerah dalam sepak bola itu penting," ungkap Solskjaer.

Ia juga memuji semangat juang skuatnya, yang rata-rata masih bocah tapi mampu mengalahkan bintang-bintang lapangan hijau milik PSG.

Sebagai catatan, United melakoni laga tersebut tanpa diperkuat oleh sejumlah pemain bintang seperti Paul Pogba, Nemanja Matic, Ander Herrera, Anthony Martial, Juan Mata, atau Alexis Sanchez.

Pada laga itu, Rashford masih berusia 21 tahun, tapi mampu menguasai emosi saat head to head melawan kiper gaek sekelas Buffon.

Di sisi lapangan, ada Andreas Pereira yang baru berusia 23 tahun tapi mampu meliuk-liuk pada sayap kiri, dan terkadang menyeruak masuk ke kotak penalti.

Agak masuk ke tengah, Ole menempatkan McTominay, gelandang 22 tahun yang rajin naik-turun untuk menghancurkan aliran bola dari maestro PSG Verratti.

Ketika mengalami kebuntuan untuk mencetak gol, Ole memasukkan Diogo Dalot, pemain serba bisa berusia 19 tahun yang membidani penalti kemenangan United.

Pun demikian Tahith Chong dan Mason Greenwood, dua nama yang benar-benar masih berusia belasan tahun tapi dipercaya Ole melakoni laga tingkat Eropa malam itu.


Cedera Tak Kunjung Pulih, Marinus Mengaku Tak Nyaman | Equity World


Info lowongan kerja di Equity World SSC Jakarta | Equity World

 

"Para pemain kami muda dan segar, yang memberi kami energi lebih ketika kami butuh gol dan kemenangan ini.”

Bagi Solksjaer sendiri, laga itu tampak seperti de javu. Sebab, sekali lagi ia menunjukkan kualitas dirinya kepada sang mentor: Sir Alex Ferguson, yang bersama legenda mereka, Eric Cantona, menonton langsung pertandingan tersebut.

"(Sir Alex Ferguson) Bahagia dan juga merasa bangga. Inilah yang kami lakukan di Manchester United!" ucapnya.

"Sejak saya menangani tim ini (sebagai caretaker), Sir Alex sudah beberapa kali melakukan team talk. Ia memberi masukan, wejangan, motivasi pada para pemain. Ia jelas juga ikut berperan pada kebangkitan skuat ini," pujinya lagi.

Equity World

 

Equity World | Punya Kebiasaan Tidur Mangap? Waspadai Berbagai Dampak Buruk Berikut

Equity World | Punya Kebiasaan Tidur Mangap? Waspadai Berbagai Dampak Buruk Berikut

Equity World | Kebiasaan tidur dengan mulut terbuka alias mangap tidak cuma jelek kalau dilihat. Bila tidak diatasi, dalam jangka panjang juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Tidur dengan mulut terbuka kadang-kadang memang tidak bisa dihindari. Dalam kondisi kelelahan yang teramat sangat, ditambah dengan efek gravitasi, seringkali rahang sulit dipertahankan pada posisinya saat tertidur sehingga mulut akan menganga tanpa disadari.

Hati-hati, terlalu sering tidur dengan posisi mulut mangap bisa memicu beberapa dampak sebagai berikut.

1. Merusak gigi
Efek tidur dengan mulut mangap bahkan diklaim lebih merusak gigi dibanding efek minuman bersoda. Aliran udara pernapasan di mulut menyebabkan mulut kering, saliva atau liur tidak bsia melindungi gigi dari pertumbuhan bakteri merugikan.

2. Bau mulut
Mulut kering adalah penyebab utama halitosis, atau orang awam menyebutnya bau mulut.

3. Cepat letih
Pernapasan melalui mulut memberikan suplai oksigen lebih sedikit ke paru-paru. Dampaknya, tubuh jadi lebih mudah letih sepanjang hari meski tidurnya sudah cukup lama.


Menyedihkan, Ibu dan Bayinya Diusir dari Pesawat Karena Kondisi Kulit | Equity World


Info lowongan kerja di Equity World SSC Jakarta | Equity World


4. Bibir pecah-pecah
Berkurangnya kelembapan rongga mulut menyebabkan kulit bibir mudah retak atau pecah-pecah. Untuk mengunyah jadi tidak nyaman, lalu berdampak pada gangguan nutrisi.

5. Deformitas
Perubahan bentuk dan struktur rongga mulut merupakan dampak ekstrem dari kebiasaan tidur mangap yang berlarut-larut. Terus menerus mangap dalam waktu lama membuat posisi gigi dan rahang berubah, lalu berdampak pada struktur lidah maupun bibir.

Equity World

Equity World | Arsenal Mutlak Targetkan Lolos Liga Champions Musim Depan

Equity World | Arsenal Mutlak Targetkan Lolos Liga Champions Musim Depan

Equity World | Granit Xhaka menyatakan kalau Arsenal harus bisa ikut berkompetisi di Liga Champions pada musim mendatang. Hal itu ia ungkapkan setelah The Gunners bermain imbang dengan Tottenham Hotspur.

"Setelah kepergian Arsene Wenger, banyak perubahan yang dialami Arsenal," ujar Xhaka.

"Kami gembira dengan kinerja Unai Emery, kami mengalami banyak peningkatan dan kami bekerja keras untuk mencapai hal tersebut."

"Arsenal akan mengalami peningkatan yang pesat jika bisa kembali ke Liga Champions. Itu bukanlah hal yang mudah, namun kami akan berusaha keras."

"Hal itu sangat penting untuk kami. Arsenal sudah tidak tampil di Liga Champions dalam dua musim terakhir. Tempat untuk klub seperti Arsenal adalah di Liga Champions."

"Kami harus bisa merealisasikan hal tersebut," ungkap Xhaka.

Real Madrid Vs Ajax: Tim Tamu Tak Ingin Parkir Bus | Equity World


Info lowongan kerja di Equity World SSC Jakarta | Equity World


Kegagalan Arsenal menang di derbi London Utara membuat mereka terlempat dari posisi empat besar. The Gunners menempati peringkat kelima, tertinggal satu poin dari Manchester United yang ada di peringkat keempat.

Berpeluang

The Gunners berpeluang kembali menempati peringkat empat besar pada pekan mendatang. Hal itu dikarenakan The Gunner sakan menghadapi Manchester United di Emirates.

Persaingan posisi empat besar diramaikan oleh dua tim lainnya, yaitu Tottenham Hotspur dan Chelsea.

Equity World

 

Equity World | AC Milan vs Sassuolo: Stefano Sensi Bikin Rossoneri Kepincut

Equity World | AC Milan vs Sassuolo: Stefano Sensi Bikin Rossoneri Kepincut

Equity World | AC Milan sukses menaklukkan Sassuolo 1-0 dalam lanjutan Liga Italia, Minggu (3/3/2019) dini hari WIB. Kemenangan ini membawa posisi AC Milan naik ke tiga besar klasemen sementara Serie A.

Di balik pertandingan itu, rupanya AC Milan juga tertarik untuk merekrut pemain Sassuolo, Stefano Sensi. Rupanya, performa Sensi melawan Milan di San Siro pada Sabtu malam lalu, telah meyakinkan Leonardo dan Paolo Maldini untuk meluncurkan tawaran baru.

Seperti dilansir Calciomercato.com, AC Milan kini tengah mengatur untuk membuat tawaran untuk mengontrak Sensi.

Sensi telah menjadi salah satu pemain paling penting di Sassuolo musim ini. Nama Sensi sebenarnya sudah dikait-kaitkan dengan kepindahan ke AC Milan pada bulan Januari lalu.

AC Milan sekarang akan membuat tawaran tegas untuk menggoda pemain internasional Italia itu, bergabung di musim panas.

Untuk memuluskan langkahnya, Milan akan memanfaatkan Manuel Locatelli sebagai kunci. Locatelli diperkirakan akan ditandatangani secara permanen oleh Sassuolo dengan nilai 12 juta euro setelah masa pinjamannya berakhir pada akhir musim.

Mourinho Senang Lihat Chelsea Mulai Bangkit | Equity World


Info lowongan kerja di Equity World SSC Jakarta | Equity World


Jual Pemain

Sebelumnya, dikabarkan manajemen AC Milan siap menjual pemain lebih dulu demi mendanai kesepakatan transfer Bakayoko. Chelsea konon memprioritaskan AC Milan untuk meminang gelandang asal Prancis itu.

Seperti dilansir Sportmediaset, Manuel Locatelli kemungkinan jadi pemain yang dijual AC Milan untuk mendapatkan dana transfer tambahan. Saat ini, Locatelli tengah dipinjamkan ke Sassuolo.

Equity World

View older posts »

Search

Comments

There are currently no blog comments.