Menu

PT EQUITY WORLD FUTURES

Blog Component

Equity World | Perang Dagang Kian Panas, Harga Emas Antam Naik Tajam

Equity World | Perang Dagang Kian Panas, Harga Emas Antam Naik Tajam

Equity World | Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) secara mengejutkan naik tajam Rp 4.000 (0,65%) pada perdagangan Jumat ini (24/5/2019) menjadi Rp 617.000 per gram, dari hari sebelumnya Rp 613.000 per gram.

Penguatan harga terjadi signifikan seiring dengan lonjakan harga emas di pasar spot global dalam 2 hari terakhir yang dikompori semakin panasnya perang dagang China-Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan harga Logam Mulia di gerai Butik Emas LM - Pulo Gadung di situs logammulia milik Antam hari ini, harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram menguat menjadi Rp 61,7 juta dari harga kemarin Rp 61,3 juta per batang.  

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.


Equity World

 

Jadi Ratu Sehari, Dolar AS Kudeta Rupiah! | Equity World

 

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga naik hari ini menjadi Rp 591.000 per gram dari sebelumnya Rp 587.000 per gram kemarin.  

Harga itu dapat menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

Terkait dengan harga emas di pasar spot global, kemarin harga logam mulia ini sudah mencapai US$ 1.283,05 per troy ounce, melonjak 0,76% dari US$ 1.273,36 per troy ounce pada hari sebelumnya.

Hari ini, harga emas di pasar spot masih menguat tipis sebesar 0,04% ke US$ 1.283,59 per troy ounce.

Equity World | Wall Street Lesu, Perang Dagang Kembali Memanas

Equity World | Wall Street Lesu, Perang Dagang Kembali Memanas

Equity World | Saham AS dibuka lebih rendah pada hari Rabu. Hal ini menyusul meningkatnya kekhawatiran atas ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Dikutip dari Reuters Rabu (22/5/2019), Indeks Dow Jones Industrial Average turun 58,87 poin, atau 0,23%, pada pembukaan menjadi 25.818,46. S&P 500 dibuka lebih rendah sebesar 8,30 poin, atau 0,29%, pada 2.856,06. Nasdaq Composite turun 35,92 poin, atau 0,46%, menjadi 7.749,81 pada bel pembukaan.

Sebagai informasi,Pemerintah AS sedang mempertimbangkan sanksi seperti Huawei pada perusahaan pengawasan video China Hikvision, laporan media menunjukkan, memperdalam kekhawatiran bahwa gesekan perdagangan antara dua ekonomi top dunia dapat semakin meradang.

Berdasarakan laporan New York Times, dengan adanya pembatasan akan membatasi kemampuan Hikvision untuk membeli teknologi A.S. dan perusahaan-perusahaan Amerika mungkin harus mendapatkan persetujuan pemerintah untuk memasok komponen ke perusahaan China.


Equity World

Ketegangan baru AS-China menekan Wall Street | Equity World

 

Amerika Serikat memasukkan Huawei Technologies ke daftar hitam perdagangan pekan lalu, secara efektif melarang perusahaan-perusahaan AS melakukan bisnis dengan pembuat gear jaringan telekomunikasi terbesar di dunia, dalam eskalasi besar dalam perang perdagangan.

Amerika Serikat menuduh Huawei melakukan kegiatan yang bertentangan dengan keamanan nasional, tuduhan yang dibantah Huawei. Namun, minggu ini administrasi Trump memberi perusahaan lisensi untuk membeli barang AS. hingga 19 Agustus untuk meminimalkan gangguan bagi pelanggan

Equityworld Futures | Sudah Dua Hari, Harga Emas Antam Stagnan Rp663 Ribu per Gram

Equityworld Futures | Sudah Dua Hari, Harga Emas Antam Stagnan Rp663 Ribu per Gram

Equityworld Futures | Harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau Antam terpantau stagnan pada perdagangan hari ini, Selasa (21/5). Emas Antam dijual pada harga Rp663 ribu per gram, tidak berubah dibanding posisi Senin (20/5). Itu berarti, sudah dua hari berturut-turut harga logam mulia tidak bergerak.

Sementara itu, harga pembelian kembali (buyback) juga tidak bergerak dari harga buyback sebelumnya sebesar Rp588 ribu.

Emas batangan Antam dijual dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. Harga emas per gram pun berbeda untuk setiap ukuran emas.


Berdasarkan situs logammulia.com, emas batangan Antam dengan ukuran 0,5 gram dijual dengan harga Rp356 ribu, sedangkan ukuran satu gram dijual dengan harga Rp663 ribu.


Lebih lanjut, emas dengan ukuran dua gram dijual dengan harga Rp1,27 juta, ukuran tiga gram sebesar Rp1,89 juta, ukuran lima gram sebesar Rp3,13 juta, dan ukuran sepuluh gram sebesar Rp6,2 juta.

Sedangkan emas dengan ukuran 25 gram dijual dengan harga Rp15,4 juta, ukuran 50 gram dijual dengan harga Rp30,73 juta, dan ukuran 100 gram dijual dengan harga Rp61,4 juta.

Kemudia, emas dengan ukuran 250 gram dijual dengan harga Rp153,25 juta, ukuran 500 gram dijual dengan harga Rp306,3 juta, dan ukuran 1.000 gram dijual dengan harga Rp612,6 juta.


Selain menjual emas batangan polos, perusahaan pelat merah tersebut juga menjual emas batangan dengan motif batik dan emas tematik dengan harga yang berbeda-beda. Antam juga menyediakan perak murni 99,95 persen serta koin dinar dan dirham.

Sementara itu, harga emas global jatuh ke posisi terdalam dalam dua pekan terakhir pada perdagangan Senin (20/5) kemarin.


Equityworld Futures


Bursa Wall Street dibuka turun terseret kejatuhan saham teknologi | Equityworld Futures


Mengutip Reuters, tergelincirnya harga emas dipicu data ekonomi AS yang kuat sehingga mendorong pergerakan dolar AS. Akibatnya, investor memandang dolar AS lebih menarik sebagai safe haven dibandingkan emas di tengah ketegangan politik dan perang dagang.

Di pasar spot harga emas tidak berubah pada posisi US$1.276,83 per ons. Harga emas global sempat menyentuh posisi US$1.274,39 yang merupakan posisi terendah sejak 3 Mei 2019.

PT Equityworld | Harga Emas Terus Melemah, Dollar AS Berpeluang Menguat

PT Equityworld | Harga Emas Terus Melemah, Dollar AS Berpeluang Menguat

PT Equityworld | Harga emas pada perdagangan hari ini kembali melorot setelah pekan lalu mendapatkan koreksi yang cukup dalam.

Hari ini, Senin (20/5/2019) pukul 15.29 WIB, harga emas untuk pengiriman Juni 2019 di Commodity Exchange berada di US$ 1.275,79 per ons troi, melemah 0,14% jika dibandingkan dengan harga penutupan kemarin pada US$ 1.277,53 per ons troi.

Analis Monex Investindo Futures, Faisyal mengatakan harga emas berpeluang untuk bergerak turun di tengah dominannya sentimen penguatan dollar Amerika Serikat (AS) karena optimisnya sebagian besar data ekonomi AS pada pekan lalu.

Harga emas pada perdagangan hari ini kembali melorot setelah pekan lalu mendapatkan koreksi yang cukup dalam.

Hari ini, Senin (20/5/2019) pukul 15.29 WIB, harga emas untuk pengiriman Juni 2019 di Commodity Exchange berada di US$ 1.275,79 per ons troi, melemah 0,14% jika dibandingkan dengan harga penutupan kemarin pada US$ 1.277,53 per ons troi.

Analis Monex Investindo Futures, Faisyal mengatakan harga emas berpeluang untuk bergerak turun di tengah dominannya sentimen penguatan dollar Amerika Serikat (AS) karena optimisnya sebagian besar data ekonomi AS pada pekan lalu.

Faisyal menambahkan sentimen yang memicu penguatan dollar AS adalah memburuknya sentimen perang dagang antara AS dengan China, yang membuat investor lebih mencari aset safe haven yang lebih likuid di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi dan geopolitik global.

Outlook memburuknya ketegangan dagang AS dengan China kembali terjadi setelah Jumat lalu Presiden AS, Donald Trump melarang perusahaan teknologi AS bekerja sama dengan Huawei.

PT Equityworld

Bursa Saham Asia Coba Bersemangat | PT Equityworld

 

Kata Faisyal dalam analisis, Senin (20/5/2019) harga emas bakal berada di level support terdekat di US$ 1.274 per ons troi, menembus ke bawah dari level tersebut berpotensi memicu penurunan lanjutan menuju ke 1269 sebelum membidik ke area 1263.

Sementara itu jika bergerak naik, level resisten terdekat berada di 1282, menembus ke atas dari zona tersebut berpeluang memicu kenaikan lanjutan menuju ke 1287 sebelum menargetkan ke area 1293.

Faisyal meramal dalam perdagangan selanjutnya harga emas bakal diperdagangkan di level support US$ 1.274, US$ 1.269, dan US$ 1.263 per ons troi. Sementara level resistance antara US$ 1.282, US$ 1.287, dan US$ 1.293 per ons troi.

 

Equityworld Futures | Perang Dagang Agak Mendingin, Bursa Saham Asia Menghijau

Equityworld Futures | Perang Dagang Agak Mendingin, Bursa Saham Asia Menghijau

Equityworld Futures | Mayoritas bursa saham utama kawasan Asia menutup perdagangan hari ini di zona hijau: indeks Nikkei naik 0,58%, indeks Shanghai naik 1,91%, indeks Hang Seng naik 0,52%, dan indeks Kospi naik 0,53%.

Perang dagang AS-China yang agak mendingin sukses mendorong investor untuk memburu saham-saham di Benua Kuning. Sejatinya, AS telah memulai proses yang diperlukan untuk mengenakan bea masuk bagi importasi produk China senilai US$ 300 miliar yang hingga kini belum terdampak oleh perang dagang. Kantor Perwakilan Dagang AS pada hari Senin (13/5/2019) diketahui sudah menerbitkan proposal yang diperlukan untuk mengeksekusi kenaikan bea masuk tersebut.

Dalam proposal tersebut, Kantor Perwakilan Dagang AS menjabarkan potensi pengenaan bea masuk hingga 25% bagi produk-produk impor China senilai kurang lebih US$ 300 miliar. Selanjutnya, akan digelar dengar pendapat pada tanggal 17 Juni yang kemudian akan diikuti oleh proses diskusi selama setidaknya seminggu.


Walaupun belum ada kabar bahwa pengenaan bea masuk tersebut tak akan dieksekusi, ada optimisme dari pelaku pasar bahwa arahnya memang ke sana. Pasalnya, Presiden AS Donald Trump yang seringkali mengeluarkan pernyataan yang keras terhadap China kini nampak melunak.

Trump menyebut bahwa perang dagang dengan China hanya merupakan "pertengkaran kecil" serta bersikeras bahwa negosiasi antar 2 negara dengan nilai perekonomian terbesar di dunia tersebut belum putus.

"Kami memiliki sebuah dialog yang sedang berlangsung. Itu akan terus berlanjut," papar Trump di hadapan reporter pada hari hari Selasa (14/5/2019) waktu setempat, dilansir dari Reuters.

Trump mengatakan bahwa negosiasi dengan China tersebut berlangsung dengan "sangat baik" dan menyebut bahwa hubungannya dengan Presiden China Xi Jinping "luar biasa".


Equityworld Futures

 

AS-China Makin Panas, Bursa Saham Asia Ditutup Variatif | Equityworld Futures


Sekadar mengingatkan, kali terakhir Trump bertemu dengan Xi adalah di sela-sela KTT G-20, yakni pada bulan Desember lalu di Argentina. Hasilnya, kedua negara menyepakati gencatan senjata selama 3 bulan di mana keduanya tak akan mengerek bea masuk untuk importasi produk dari masing-masing negara. Gencatan senjata ini kemudian diperpanjang oleh Trump seiring dengan perkembangan negosiasi dagang yang positif.

Ada harapan, hal serupa akan didapatkan juga setelah Trump selesai bersua dengan Xi di sela-sela KTT G-20 pada akhir bulan depan.

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Ditopang Saham Teknologi

Equityworld Futures | Wall Street Menguat Ditopang Saham Teknologi

Equityworld Futures | Usai terpuruk pada perdagangan kemarin, Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), dengan saham teknologi memimpin penguatan S&P dan Nasdaq menguat karena berkurangnya kekhawatiran investor terhadap perubahan retorika perdagangan antara AS dan China.

Dilansir dari Reuters, Rabu (15/5/2019), indeks Dow Jones Industrial Average naik 207,06 poin atau 0,82 persen menjadi 25.532,05, indeks S&P 500 naik 22,54 poin atau 0,8 persen menjadi 2.834,41 dan indeks Nasdaq Composite menguat 87,47 poin atau 1,14 persen menjadi 7.734,49.

Dari 11 sektor utama S&P 500, semua menguat kecuali sektor utilitas ditutup hitam. Saham-saham teknologi membukukan kenaikan persentase terbesar, naik 1,6 persen.

Kekhawatiran investor berkurang setelah kemarin Presiden AS Donald Trump menyatakan akan bertemu Presiden China Xi Jinping di KTT G20 pada akhir Juni. Kedua negara itu pun menyepakati melanjutkan pembicaraan terkait perang dagang untuk menyuntikkan ketenangan pada pasar.

China juga menggemakan sentimen itu. Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri China mengatakan kepada wartawan: "Pemahaman saya adalah bahwa China dan Amerika Serikat telah sepakat untuk melanjutkan pembicaraan yang relevan."


Equityworld Futures

 

EUR/USD Gagal Mendapatkan Sentimen Yang Lebih Baik Karena Data Jerman Yang Lemah | Equityworld Futures

 

Boeing Co memberikan dorongan terbesar bagi Dow Jones, naik 1,7 persen karena industri yang rentan terhadap tarif mendukung indeks blue chip. Ralph Lauren Corp turun 3,7 persen setelah perusahaan pakaian itu membukukan hasil kuartalan yang mengecewakan.

Uber Technologies dan saingannya, Lyft Inc, berbalik arah setelah pencatatan saham perdana (IPO) mereka. Saham keduanya naik masing-masing 7,7 persen dan 4,9 persen.

PT Equityworld | Lawan Arus Bursa Asia, IHSG Dibuka Menghijau dan Bertahan di Level 6.200

PT Equityworld | Lawan Arus Bursa Asia, IHSG Dibuka Menghijau dan Bertahan di Level 6.200

PT Equityworld | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau melemah pada awal sesi perdagangan Senin (13/5/2019). Hingga pukul 09:30 WIB, indeks bergerak naik 23 poin atau 0,38 persen ke 6.232.

Mengutip data RTI, dari 405 saham yang diperdagangkan, sebanyak 169 menguat, 110 melemah, dan 126 stagnan. Frekuensi perdagangan tercatat 57.956 kali dengan 2,1 miliar lembar saham diperjualbelikan dan nilai transaksi Rp941 miliar.

Dari sembilan sektor penggerak IHSG, enam sektor naik dan tiga sektor turun. Sektor infrastruktur memimpin penguatan indeks usai naik 0,65 persen sementara sektor industri dasar menahan IHSG naik lebih tinggi setelah terkoreksi 0,71 persen.

Sejumlah saham yang masuk dalam daftar top gainers antara lain:

- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik Rp375 (1,34 persen) ke Rp28.425
- PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp850 (4,87 persen) ke Rp18.300
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) naik Rp150 (2,01 persen) ke Rp7.625
- PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik Rp150 (3,92 persen) ke Rp3.980
- PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) naik Rp50 (1,32 persen) ke Rp3.840

PT Equityworld


Dahsyat! Bursa Asia Merah Membara, IHSG Berjaya di Zona Hijau | PT Equityworld


Sementara sejumlah saham yang masuk dalam top losers antara lain:

- PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun Rp175 (0,4 persen) ke Rp44.025
- PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) turun Rp525 (4,71 persen) ke Rp10.625
- PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) turun Rp100 (1,43 persen) ke Rp6.900
- PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) turun Rp10 (0,45 persen) ke Rp2.190
- PT PP Tbk (PTPP) turun Rp30 (1,45 persen) ke Rp2.040

Investor asing kembali mencatat jual bersih (net sell) di pasar reguler sebesar Rp4,56 miliar. Sementara di seluruh pasar, termasuk pasar tunai dan negosiasi, asing mencatat net sell Rp5,53 miliar.

Penguatan IHSG terjadi di tengah bursa Asia yang melemah. Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,5 persen dan Indeks Shanghai Komposit China anjlok hampir 1 persen. Sementara indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,84 persen.

Equityworld Futures | IHSG ditutup melemah seiring koreksi bursa saham Asia

Equityworld Futures | IHSG ditutup melemah seiring koreksi bursa saham Asia

Equityworld Futures | Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup melemah seiring koreksi bursa saham regional Asia.

IHSG ditutup melemah 71,4 poin atau 1,14 persen ke posisi 6.198,8. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 17,16 poin atau 1,74 persen menjadi 971,75.

"Pelemahan IHSG dipicu sentimen perang dagang. Investor masih khawatir. AS sendiri akan menaikkan tarif impor barang-barang China dari 10 persen menjadi 25 persen mulai Jumat ini," ujar analis Indopremier Sekuritas Mino di Jakarta, Kamis.

Dibuka melemah, IHSG terus berada di zona merah sepanjang hari hingga penutupan bursa saham.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual asing bersih atau "net foreign sell" sebesar Rp1,48 triliun.


Equityworld Futures

 

Bursa Saham Asia Merosot, IHSG Tergelincir 28 Poin | Equityworld Futures


Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 484.161 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 12,35 miliar lembar saham senilai Rp9,47 triliun. Sebanyak 119 saham naik, 304 saham menurun, dan 107 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa regional antara lain indeks Nikkei melemah 200,46 poin (0,93 persen) ke 21.402,13, indeks Hang Seng melemah 692,13 poin (2,39 persen) ke 28.311,07, dan indeks Straits Times melemah 14,14 poin (0,43 persen) ke posisi 3.269,7.

Equityworld Futures | Saham Asia Diperdagangkan Beragam, Saham Australia Menguat Jelang RBA

Equityworld Futures | Saham Asia Diperdagangkan Beragam, Saham Australia Menguat Jelang RBA

Equityworld Futures | Saham Asia diperdagangkan beragam Selasa pagi ini di tengah harapan AS dan China masih bisa mencapai kesepakatan perdagangan.

Pada saat penulisan, Shanghai Composite China 0,87%, setelah turun lebih dari 5% karena peningkatan kembali ketegangan perdagangan oleh Presiden AS Donald Trump. Hang Seng Hong Kong juga mencatat kenaikan 0,70%.

Sementara itu, Nikkei Jepang, yang kembali ke hari pertama perdagangan setelah libur 10 hari, turun 0,90%. Saham di Korea Selatan juga merasakan tarikan gravitasi.

Ekuitas Asia dalam lautan merah dua puluh empat jam yang lalu di tengah pembaruan kekhawatiran perang dagang AS-China. Minggu pagi, Presiden Trump mencuit bahwa ia akan menaikkan tarif barang-barang China senilai $200 miliar menjadi 25% dari 10% saat ini.

Saham AS juga terpukul pada awalnya dengan Dow futures turun 500 poin. Namun, indeks memangkas penurunan untuk mengakhiri hari dengan penurunan 66 poin. Pemulihan di saham AS tampaknya telah menenangkan saraf di Asia.
Saham Australia naik 0,90%


Equityworld Futures


Lagi, Ribut-ribut AS-China Rontokkan Bursa Saham Asia | Equityworld Futures


Saham di Australia dalam penawaran beli yang lebih baik jelang keputusan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA). Bank sentral baru-baru ini berada di bawah tekanan untuk menurunkan suku bunga ke rekor terendah baru 1,25% menjelang pemilu setelah data inflasi kuartal pertama yang mengecewakan mengisyaratkan ekonomi melemah.

Namun, kebanyakan bank-bank investasi melihat RBA mempertahankan status quo hari ini. Pasar sekarang melihat probabilitas 48% penurunan suku bunga 25 basis poin, turun dari 60% beberapa hari yang lalu.

 

Equity World | Negosiasi Dagang Berlanjut, Bursa Saham Asia Menghijau

Equity World | Negosiasi Dagang Berlanjut, Bursa Saham Asia Menghijau

Equity World | Mayoritas bursa saham utama kawasan Asia menutup perdagangan Selasa hari ini (7/5/2019) di zona hijau seiring dengan perkembangan positif negosiasi damai dagang AS-China.

Indeks Shanghai naik 0,69%, indeks Hang Seng juga naik 0,52%, dan indeks Straits Times pun naik 0,67%.

Perkembangan positif negosiasi dagang AS-China sukses memantik aksi beli di bursa saham Benua Kuning. Sebelumnya, China disebut mempertimbangkan untuk membatalkan dialog dagang dengan AS pada pekan ini di Washington, seperti dilaporkan oleh Wall Street Journal yang dikutip dari CNBC International.

Mengutip seorang sumber, Wall Street Journal melaporkan bahwa China disebut terkejut dengan ancaman Presiden AS Donald Trump.

Ancaman Trump yang dimaksud adalah terkait rencana menaikkan bea masuk bagi produk-produk impor asal China.

Pada akhir pekan kemarin, Trump mengungkapkan melalui cuitan di Twitter bahwa AS akan menaikkan bea masuk atas importasi produk-produk asal China senilai US$ 200 miliar, dari yang saat ini 10% menjadi 25% pada hari Jumat.


Harga emas terangkat dipicu masih ketidakpastian perundingan dagang AS-China | Equity World


Equity World


Lebih lanjut, produk impor asal China senilai US$ 325 miliar yang saat ini bebas bea masuk dalam waktu dekat akan dibebankan bea masuk senilai 25%.

Namun, kabar terkait dengan batalnya negosiasi dagang pekan ini tak terbukti. Kepala Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer mengonfirmasi bahwa delegasi China akan tetap berkunjung ke Washington untuk menggelar dialog dagang pada hari Kamis dan Jumat (9-10 Mei).

Lebih lanjut, pihak China mengatakan bahwa Wakil Perdana Menteri China Liu He akan ikut dalam rombongan yang mengunjungi AS pada tanggal 9 dan 10 Mei. Kehadiran Liu He memang sangat penting lantaran dirinya merupakan salah satu pengambil keputusan utama dalam hal kesepakatan dagang dengan AS.

Dengan negosiasi dagang yang akan tetap digelar, apalagi dengan adanya konfirmasi kehadiran Liu He, ada optimsime di kalangan pelaku pasar bahwa kesepakatan dagang pada akhirnya tetap akan bisa diteken.

View older posts »

Search

Comments

There are currently no blog comments.