Menu

PT EQUITY WORLD FUTURES

Blog Component

Equity World | Ponsel 5G OnePlus Bakal Meluncur di MWC 2019

Equity World | Ponsel 5G OnePlus Bakal Meluncur di MWC 2019

Equity World | Mobile World Congress ( MWC ) 2019 di Barcelona, Spanyol, dipastikan akan menjadi arena bagi OnePlus yang akan memamerkan ponsel 5G besutannya.

Sebagaimana dikutip dari Ubergizmo, Kamis (14/2/2019), OnePlus sangat serius untuk mengembangkan perangkat yang mendukung layanan jaringan 5G. Oleh karena itu, mereka akan menghadirkan ponsel 5G di MWC 2019 , meskipun masih dalam bentuk prototipe.

Uniknya, OnePlus tidak akan memamerkan ponsel 5G miliknya di atas panggung yang megah, namun bakal berunjuk gigi di booth milik Qualcomm.

Pasalnya, OnePlus sudah mengikat kerjasama dengan penyedia chipset tersebut untuk ponsel 5G yang akan dipamerkan di ajang teknologi tahunan itu.

Seperti yang sudah diketahui, CEO OnePlus Pete Lau sempat mengatakan, di ajang Tech Summit yang digelar Maui, Hawaii, Amerika Serikat pada Desember lalu bahwa ponsel flagship OnePlus akan dijejali Qualcomm Snapdragon 855 yang sudah mendukung jaringan 5G.

Kejadian Langka, Bayi Laki-laki Ini Lahir Masih Terbungkus Kantung Ketuban | Equity World


Info lowongan kerja di Equity World SSC Jakarta | Equity World


Selain menggunakan Snapdragon 855, tidak ada lagi informasi yang dibocorkan oleh pihak perusahaan terkait spesifikasi yang diusung ponsel terbaru ini.

Hanya saja, Pete Lau mengharapkan bahwa ponsel 5G besutannya ini bisa dimiliki oleh konsumen dengan harga di bawah 1.000 dolar AS atau kurang dari Rp 14 juta.

Equity World

 

Equity World | Neville Minta MU Jangan Buru-Buru Tentukan Pelatih Permanen

Equity World | Neville Minta MU Jangan Buru-Buru Tentukan Pelatih Permanen

Equity World | Gary Neville memberi masukan kepada manajemen Manchester United (MU) soal pelatih. Neville menilai manajemen tidak boleh terlalu terburu-buru dalam menentukan siapa nahkoda permanen Setan Merah berikutnya.

Pada bulan Desember kemarin, MU resmi berpisah dengan manajer mereka, Jose Mourinho. Manajer asal Portugal itu dipecat usai Paul Pogba dan kolega menelan sejumlah hasil buruk di beberapa kompetisi yang mereka ikuti.

Belakangan ini beredar rumor bahwa manajemen MU sudah menetapkan pilihan mereka. Mereka dikabarkan sudah sepakat untuk menjadikan Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer permanen mereka, setelah pelatih 45 tahun itu menunaikan tugasnya dengan baik sebagai pelatih interim.

Namun di mata Neville, manajemen MU tidak boleh terlalu tergesa-gesa untuk menunjuk manajer baru mereka. "Menurut pendapat pribadi saya, pihak klub harus menunggu setidaknya hingga akhir Maret," ujar Neville dalam Gary Neville Podcasts.

Tidak Perlu Buru-Buru

Neville sendiri mengakui bahwa ia sudah mendengar bahwa mantan klubnya berencana untuk mempermanenkan Solskjaer dalam waktu dekat ini.

Namun Neville menilai timnya harus lebih bersabar dan mengamati lebih jauh pelatih 45 tahun itu sebelum mereka benar-benar menjadikannya manajer permanen MU.

"Saya rasa tidak ada alasan bagi mereka untuk tergesa-gesa mengumumkan siapa manajer baru mereka. Mereka tidak perlu membuat keputusan yang gegabah."


Juventus Ingin Allegri dan Dybala Bertahan | Equity World

Info lowongan kerja di Equity World SSC Jakarta | Equity World


Keputusan Komprehensif

Neville menegaskan bahwa ia meminta manajemen MU untuk menunda penunjukkan Solskjaer bukan karena ia meragukan kualitas mantan rekannya tersebut.

Namun Neville menilai manajemen MU harus membuat keputusan yang komprehensif, karena masalah manajer ini sangat krusial untuk kelangsungan tim mereka.

"Saya tidak menyarankan mereka menunggu karena United sedang ditunggu rentetan pertandingan sulit. Namun saya rasa lebih masuk akal mereka melihat kondisi tim mereka setelah periode tiga atau empat bulan, karena bagi saya Ole Gunnar Soslkjaer sudah melakukan tugas yang baik selama ia berada di sana." tandasnya.

Selain Solskjaer, MU dikabarkan juga meminati sosok Mauricio Pochettino sebagai manajer baru mereka.

Equity World

Equity World | Kemkominfo Beberkan Penyebab Situsnya Bisa Down

Equity World | Kemkominfo Beberkan Penyebab Situsnya Bisa Down

Equity World | Seperti diwartakan sebelumnya, situs resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), tidak bisa diakses sejak Selasa pagi ini (12/2/2019).

Namun, pantauan Tekno Liputan6.com per pukul 10.53 WIB, situs Kemkominfo kini sudah pulih dan dapat diakses kembali.

Kemkominfo pun akhirnya angkat bicara terkait hal tersebut. Dibenarkan Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo Ferdinandus Setu, situs www.kominfo.go.id sudah dapat diakses oleh publik pada Selasa (12/2) pukul 10.30.

"Sebelumnya, pada hari Senin (11/02/2019) pukul 14.30 WIB terjadi kegagalan fungsi sistem virtualisasi server Data Center Kementerian Komunikasi dan Informatika. Penyebabnya adalah salah satu host mengalami crash," kata pria yang karib disapa Nando ini.

Adapun layanan situs yang sempat terdampak antara lain situs kominfo.go.id, e-PPID, infopublik.id, dan balitbangsdm.kominfo.go.id.

Sebetulnya, situs Kemkominfo, sempat pulih pada pukul 15.30 WIB sampai Selasa (12/02/2019) pukul 05.00 WIB, kemudian terjadi lagi crash yang menyebabkan situs belum bisa diakses lagi.

"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas gangguan beberapa jam tersebut," tandasnya.

Sekadar diketahui, situs Kemkominfo menyediakan beragam informasi terkini aktivitas Kementerian Komunikasi dan Informatika, yang terdiri dari beragam fitur seperti berita, beragam layanan pemerintah, non pemerintah, perizinan, sertifikasi, aduan konten, informasi publik serta regulasi.


Pantauan Tekno Liputan6.com, situs beralamat kominfo.go.id tersebut, mulai tumbang sejak pukul 9.00 WIB.

Saat kami mengunjungi situs tersebut, laman cuma menampilkan tulisan ''500 Internal Error' 'Maaf halaman situs yang Anda cari tidak dapat ditemukan. Silahkan periksa kembali alamat situs yang ingin Anda kunjungi'.

Kalimat tersebut juga disertai animasi berlambang logo Kemkominfo.

Hingga berita ini naik, Kemkominfo belum mengungkap alasan mengapa situsnya bisa down.


Kementerian Komunikasi dan Informatika melakukan pemblokiran atau take down terhadap akun Instagram yang menggunakan identitas TNI.

Selain menggunakan identitas palsu, akun tersebut juga memuat konten negatif.

Berdasarkan laporan yang diterima Direktorat Pengendalian Konten Ditjen Aplikasi Informatika dan setelah dilakukan veriifikasi, terdapat akun Instagram bernama @tni_indonesia_update.

Akun ini kedapatan memuat konten yang menyatakan mereka akan memusnahkan para pemuda dan pemudi kritis, termasuk apa yang disebut generasi PKI baru.

Dalam caption salah satu posting-nya disebutkan "Sebaiknya para PKI dan generasi PKI baru serta pemuda-pemudi kritis di garis kiri. Dikumpulkan dalam satu gudang kemudian dijadikan sasaran tembak oleh Leopard. Aksi Yonkav 8 Narasingawaratama."

Dalam keterangan resmi Kamis (7/2/2019), pihak Kemkominfo telah melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Candra Wijaya.

"Hasilnya unggahan kontroversial yang sempat viral yang mengatasnamakan TNI dalam akun @tni_indonesia_update itu adalah bukan milik TNI AD," ujar Nando.

Dihujani Kritikan, Bek MU Masih Bisa Tidur Nyenyak | Equity World


Info lowongan kerja di Equity World SSC Jakarta | Equity World


Diungkapkan Brigjen Candra Wijaya, akun resmi TNI AD adalah @tni_angkatan_darat.

"Pemblokiran terhadap akun instagram @tni_indonesia_update dilakukan pada Rabu (6/2) pukul 10.45 WIB setelah menerima laporan resmi dari Mabes TNI untuk menertibkan akun-akun media sosial tidak resmi yang mengatasnamakan TNI," tutur pria yang karib disapa Nando ini.

Dia menyatakan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dalam Pasal 35.

Untuk itu, Kemkominfo mengimbau warganet untuk melaporkan akun media sosial palsu atau konten internet dan media soaial yang diduga mengandung konten negatif melalui saluran pengaduan konten Twitter @aduankonten, website aduankonten.id dan nomor WA 08119224545.

Equity World

Equity World | Lilin Beraroma Menyimpan Bahaya Bagi Kesehatan?

Equity World | Lilin Beraroma Menyimpan Bahaya Bagi Kesehatan?

Equity World | Lilin beraroma dapat membuat ruangan semakin harum, maka tak heran sering ditemukan di hotel dan restoran untuk menambah kesan romantis.

Namun, ternyata ilin yang kerap digunakan untuk membangun suasana tenang dan hangat ini memiliki dampak negatif yang dapat mengancam kesehatan .

Laporan Hufftington Post menyebut lilin beraroma dapat menimbulkan polusi udara dalam ruangan. Hal ini dilatari lilin beraroma terbuat dari bahan parafin, komponen tanpa warna yang terdiri dari petroleum.

Saat lilin dibakar, lilin akan mengeluarkan zat kimia berbahaya, diantaranya benzene dan loluene yang mampu meningkatkan risiko kanker paru pada seseorang dikutip dari GuideKu.

Tak Hanya Wortel , 4 Makanan Ini Juga Baik untuk Kesehatan Mata | Equity World


Info lowongan kerja di Equity World SSC Jakarta | Equity World


Selain itu, zat pewangi dan pewarna yang terkandung dalam lilin beraroma dapat menyebabkan seseorang mengalami asma, infeksi saluran pernapasan dan sakit kepala.

Jika ingin memperoleh aroma ketenangan dari lilin beraroma, kita dapat menggunakan lilin berbahan dasar kedelai dan sumbu yang terbuat dari kapas.

Jadi ada zat berbahaya dari lilin beraroma yang tidak baik untuk kesehatan, ada baiknya menggunakan lilin dengan bahan alami saja jika kamu ingin mendapat suasana tenang dan hangat saat di rumah.


Equity World

Equity World | Dokter Salah Diagnosis, Gadis 15 Tahun Ini Meninggal karena Diabetes

Equity World | Dokter Salah Diagnosis, Gadis 15 Tahun Ini Meninggal karena Diabetes

Equity World | Dokter Salah Diagnosis, Gadis 15 Tahun Ini Meninggal karena Diabetes .

Seorang gadis yang menderita diabetes sempat dikira hanya menderita infeksi telinga. Dia pun meninggal tak lama kemudian.

Dalam sebuah pemeriksaan di Canterbury Magistrates' Court dilaporkan bahwa mesin pemantauan darah Rosie Umney (15) dari Herne Bay di Kent mungkin telah memberikan pembacaan yang salah.

Dilansir HiMedik dari Mirror, Rabu (6/2/2019), gadis tersebut menderita diabetes tipe 1 dan sakit parah pada 2 Juli 2018 lalu.

Menurut Kent Live, mulanya gadis tersebut dijemput sang kakek, Michael Umney dari sekolahnya untuk pulang ke rumah. Rosie pun disebutkan mulai membaik ketika dijemput pulang dan dirawat oleh ibunya, Georgina Umney.

Namun, sekitar pukul 05.30 sore waktu setempat, sang kakek kembali lagi karena mendapat kabar jika cucunya merasa tidak sehat. Rosie dilaporkan saat itu mengalami hiperventilasi atau pernapasan cepat yang abnormal.

Gadis tersebut juga mengatakan, dia merasakan sakit yang luar biasa hingga akhirnya dia dibawa ke William Street Surgery untuk mendapatkan pertolongan darurat.

Rosie saat itu diperiksa oleh Dr Sadaf Mangi. Ibu dan kakeknya mengatakan kepada dokter, kadar gula darah Rosie yang terpantau mesin adalah normal. Saat diperiksa, detak jantung Rosie 140 per menit. Dr Mangi pun mengatakan, Rosie menderita infeksi telinga dan memberinya resep obat.

"Aku terkejut karena saya yakin dia akan mengatakan untuk pergi ke rumah sakit. Aku berkata pada Georgina, 'Aku tidak merasa bahagia tentang apa yang didiagnosis Dr Mangi'," katanya Michael.

Sementara Ayah Rosie, Lee Hubble telah membeli obat Calpol untuk putrinya dan berharap obat itu membuat suhu tubuhnya agak pulih.

Hubble mengatakan, dirinya sempat terbangun sekitare pukul 01.00 malam untuk memberikan obat kepada Rosie, tetapi Georgina ternyata sudah memberikan obat kepada putrinya hingga kemudian dia mendengar suara jatuh.

Dia pun melihat Rosie sudah terjatuh di lantai. Mereka lantas bergegas menghubungi paramedis yang kemudian mengambil alih CPR dari Hubble.

Seorang paramedis menguji kembali kadar gula darah Rosie di mana hasilnya menunjukkan 'tinggi' lebih dari 30 mmol/L. Namun, saat diuji menggunakan mesin miliknya sendiri, terlihat gula darah Rosie normal.

Sebuah tes menggunakan mesin kru paramedis menunjukkan, gula darah Rosie tinggi. Rosie pun dilarikan ke rumah sakit. Namun, dia meninggal secara tragis.

Atas kejadian itu sang kakek pun merasa sangat bersalah. "Saya masih menyalahkan diri saya sendiri atas kematiannya karena itu adalah keputusan saya untuk membawanya ke dokter bukan ke A&E," katanya.

Selama pemeriksaan, Dr Mangi mengatakan, dia tidak tahu prosedur yang disarankan dalam hal tanda-tanda peringatan dan tindakan yang harus dilambil dalam kasus anak-anak yang mungkin menderita diabetes tipe 1.

Pedoman tersebut menyoroti sejumlah sejala, termasuk muntah, sesak napas, dan suhu tubuh, yang jika ditemukan pada anak penderita diabetes harus mengarahkannya untuk segera dibawa ke rumah sakit.

Dia mengungkapkan membuang gagasan ketoasidosis diabetes atau komplikasi diabetes ketika Georgina mengatakan pembacaan glukosa darah Rosie normal dan menghubungkan gejalanya dengan infeksi dan peningkatan detak jantung dengan rasa cemas.

Dalam sebuah pernyataan kepada keluarga, Dr Mangi mengatakan, "Saya ingin menyampaikan belasungkawa dan meminta maaf kepada keluarga Rosie Umney. Saya ingin mengatakan kepada keluarga bahwa saya sangat menyesal telah kehilangan tanggung jawab sebagai dokter umum. Saya dengan sepenuh hati minta maaf."

Salah Pilih Teman Ternyata Pengaruhi Perkembangan Otak Bayi, Kok Bisa? | Equity World


Info lowongan kerja di Equity World SSC Jakarta | Equity World


Dr Peter Wilson, penasihat klinis GP dengan NHS England mengatakan, ia menemukan sejumlah masalah dengan tindakan Dr Mangi berdasarkan catatannya, termasuk kegagalannya untuk mencatat tingkat pernapasan Rosie atau mengambil tekanan darah dan bahwa ia mencatat denyut nadi yang sangat tinggi.

Sementara dia menyatakan dalam pendapatnya, bahwa Rosie akan memiliki kesempatan hidup yang "jauh lebih baik" jika dia dibawa ke rumah sakit segera setelah mengunjungi dokter umum, dicatat bahwa dia bukan ahli dalam topik diabetes anak-anak.

Asisten koroner James Dillon, yang mengawasi pemeriksaan, menunda sidang dan memerintahkan laporan untuk dibuat sebelum dilanjutkan lagi.

Equity World

Equity World | Bentrok Kontra Everton, Manchester City Dihantui Trauma

Equity World | Bentrok Kontra Everton, Manchester City Dihantui Trauma

Equity World | Manchester City akan bertandang ke markas Everton dalam lanjutan Liga Primer Inggris , Kamis, (7/2/2019) dini hari WIB. Namun, pasukan Pep Guardiola sedang dihantui trauma akibat kekalahan telak 0-4 atas The Toffes dua musim lalu, yang notabene merupakan musim perdana Pep Guardiola bersama The Sky Blues.

Dalam pertandingan yang digelar pada Januari 2017 itu, Manchester City harus kebobolan di babak pertama lewat gol yang dilesakkan Romelu Lukaku (34'). Memasuki babak kedua, gawang City yang dijaga oleh Claudio Bravo kala itu justru kebobolan tiga gol sekaligus, yang masing-masing dicetak Kevin Mirallas (47'), Tom Davies (79'), dan Ademola Lookman (90').

Oleh sebab itu, Pep Guardiola mengakui bahwa lawatan ke Goodison Park akan jadi pertandingan yang sulit. Kendati demikian, ia yakin akan memperoleh hasil maksimal pada pertandingan kali ini, sebab telah memiliki skuat yang lebih padu dibanding beberapa musim lalu.

"Goodison Park akan selalu sulit untuk kami. Kami akan ke sana, mencoba tampil bagus, dan tentu saja memenangi pertandingan," kata Guardiola, seperti dilansir dari Sky Sports.

Namun kali ini Manchester City patut untuk sedikit bernapas lega. Pasalnya, ketika melawat ke markas Everton musim lalu, armada Pep Guradiola mampu meraih kemenangan dengan skor 3-1.


Bintang Game of Thrones Kunjungi Latihan MU | Equity World


Info lowongan kerja di Equity World SSC Jakarta | Equity World

 

"Sudah lama kami kalah di sana. Saya tidak ke sana dengan memikirkan soal tahun pertama, kami tampil istimewa di sana pada tahun kedua. Setiap pertandingan itu berbeda,'' imbuh Pep Guradiola.

Jika pada pertandingan nanti malam Manchester City meraih kemenangan, maka mereka akan menggusur Liverpool dari puncak klasemen sementara Liga Primer Inggris karena punya selisih gol lebih baik. City saat ini telah mengoleksi 59 poin, selisih tiga angka dari Liverpool di puncak.

Equity World

Equity World | Tampak Mirip, Begini Cara Membedakan Serangan Panik dan Serangan Jantung

Equity World | Kesehatan Jantung Janin Bisa Terpengaruh Oleh Perubahan Iklim

Equity World | Kondisi janin yang masih dalam masa pertumbuhan di dalam rahim ibu sangat dipengaruhi oleh banyak faktor. Kesehatan jantung janin, misalnya, selain dipengaruhi oleh gaya hidup ibu, seperti merokok, ternyata juga dipengaruhi oleh perubahan iklim .

Dilansir dari CNN, berdasarkan sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh American Heart Association, perubahan iklim merupakan salah satu faktor serius yang memengaruhi kesehatan jantung janin .

Diperkirakan, dalam rentang waktu tahun 2025-2035, banyak bayi yang akan terlahir dengan kelainan jantung bawaan. Hal ini karena sang ibu berpotensi terpapar temperatur tinggi yang dipengaruhi oleh perubahan cuaca saat hamil.

Efek perubahan iklim ini terutama terjadi pada ibu yang mengandung saat musim semi atau musim panas. Menurut penelitian, sejumlah 7.000 kasus kelainan jantung bawaan akan terjadi di Amerika serikat selama 11 tahun ke depan.

Masalah kesehatan jantung yang mungkin terjadi adalah cacat jantung bawaan, yang membahayakan kesehatan bayi secara keseluruhan dan berpotensi berpengaruh pada cara kerja dan perkembangan tubuh bayi.

 Tampak Mirip, Begini Cara Membedakan Serangan Panik dan Serangan Jantung | Equity World

Info lowongan kerja di Equity World SSC Jakarta | Equity World

Para peneliti menemukan fakta ini dengan melihat data yang terkumpul di National Birth Defects Prevention Study dan melakukan sinkronisasi dengan data iklim dari pemerintah Amerika Serikat.

Meski belum jelas hubungan antara kesehatan jantung janin dan perubahan iklim, tetapi para peneliti berpendapat bahwa temperatur panas dapat menyebabkan kematian sel janin dan dapat berdampak negatif terhadap protein yang berperan dalam perkembangan. Kesimpulan ini didapat setelah mereka melakukan penelitian terhadap janin hewan.

Dalam penelitian sebelumnya juga disebutkan suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan janin terlahir lebih cepat, bobot janin di bawah normal, dan gangguan saat melahirkan.

Equity World

 

Equity World | Respons Maurizio Sarri Usai Chelsea Dipermalukan Bournemouth 0-4

Equity World | Respons Maurizio Sarri Usai Chelsea Dipermalukan Bournemouth 0-4

Equity World | Chelsea menelan kekalahan memalukan pada matchweek alias pekan ke-24 Liga Inggris 2018/2019. Tandang ke Vitality Stadium markas Bournemouth , Kamis (31/1/2019) dini hari WIB, The Blues dibantai habis 0-4!

Bermain away, Chelsea sejatinya tampil dominan sepanjang laga dengan unggul penguasaan bola hingga 69 persen. Meski demikian, tak banyak serangan-serangan Eden Hazard dan kolega yang benar-benar membahayakan gawang Bournemouth.

Di sisi lain, Bournemouth bak tampil kesetanan serta tentunya efisien di babak kedua. Klub berjuluk The Cherries itu memborong empat gol sekaligus di paruh kedua.

Kekalahan telak ini pun berdampak masif bagi Chelsea. The Blues turun ke peringkat kelima klasemen sementara Liga Inggris 2018/2019, dengan raihan 47 poin dari 24 pertandingan. Meski punya jumlah poin sama dengan Arsenal, Chelsea kini kalah selisih gol dari rivalnya asal London itu.

Pelatih Chelsea, Maurizio Sarri pun angkat bicara soal kekalahan memalukan timnya dari Bournemouth. Juru taktik asal Italia itu mengakui bahwa ia mungkin tidak membekali para pemainnya dengan suntikan motivasi yang bagus, sehingga Chelsea akhirnya luluh lantak di Vitality Stadium.


Hindari Konsumsi Buah Ini bagi Penderita Maag, Kalau Tak Mau Kambuh | Equity World

Info lowongan kerja di Equity World SSC Jakarta | Equity World


"Saya kira pemain sudah cukup bagus, dari segi kualitas. Dari segi mental, itu cerita lain. Mungkin kami tidak berada di peringkat teratas Liga Inggris saat ini, tapi kami masih bisa bersaing," buka Sarri seperti dimuat BBC Sport.

"Saya tidak bisa menerima kekalahan 0-4 dari Bournemouth. Saya ingin menyampaikan rasa hormat kepada Bournemouth, dan Anda tahu saya menyukai pelatih Eddie (Howe), tapi rasanya mustahil kalah 0-4 dan kalah dengan cara seperti ini," lanjut eks pelatih Napoli itu.

"Mungkin itu kesalahan saya, mungkin saya tidak bisa memotivasi pemain. Saya bertanggung jawab untuk itu. Tapi, tim sudah sangat kuat dan seharusnya juga bisa menang tanpa pelatih," kilahnya.

"Saya merasa frustrasi, bukan dalam tekanan. Saya tidak melihat tanda-tanda perbaikan pekerjaan saya, jadi saya tentu frustrasi. Saya segera berbicara dengan pemain, tapi sulit bagi mereka untuk menjelaskan mengapa. Jadi saya harus coba lagi besok, karena kami harus segera memecahkan masalah ini," tutur Sarri.

"Saya hanya bisa menyampaikan permintaan maaf kepada pendukung. Kami tentu saja bisa kalah di setiap pertandingan, tapi bukan dengan cara seperti ini. Kami harus segera mencari solusi," tandas pria berusia 60 tahun yang dikenal sebagai perokok berat itu.


Equity World

Equity World | Washington Darurat Wabah Campak, Ini Penyebabnya!

Equity World | Washington Darurat Wabah Campak, Ini Penyebabnya!

Equity World | Wabah campak yang berkembang di negara bagian Washington , Amerika Serikat (AS) membuat pemerintah setempat mengeluarkan peringatan keadaan darurat pada hari Jumat lalu.

Saat ini, 35 kasus telah dikonfirmasi di Clark County, sebuah county barat daya yang mencakup Vancouver, dan 11 kasus potensial yang sedang menunggu konfirmasi. Ada juga satu kasus yang dikonfirmasi di King County, termasuk Seattle.

Peringatan keadaan darurat dilakukan, mengingat campak adalah penyakit yang sangat menular. Virus ini dapat hidup hingga dua jam di mana pun dari orang yang terinfeksi saat batuk atau bersin.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, 90 persen orang yang tidak divaksinasi campak, menularkan penyakit ini, sehingga orang lainnya juga akan terinfeksi.

Hal ini memang sangat disayangkan, karena wabah campak di AS sempat menghilang dalam jangka waktu yang cukup lama. Tetapi wabah kembali ketika gerakan anti-vaksin meningkat. Sebanyak 18 negara bagian saat ini mengizinkan pengecualian vaksinasi "filosofis" non-medis.

Sebagian besar kasus memang terjadi pada anak-anak. Dan sebagian besar anak-anak itu tidak diimunisasi. Sebanyak 25 dari 35 orang di Kabupaten Clark yang terkena campak adalah anak-anak berusia antara 1 dan 10 tahun, sedangkan sembilan lainnya berusia antara 11 dan 18 tahun. Sejauh ini, hanya satu orang dewasa di daerah tersebut yang terserang penyakit tersebut dilansir dari Huffpost.

Waspada, Tukang Begadang Lebih Rentan Terhadap Penyakit Mental | Equity World


Info lowongan kerja di Equity World SSC Jakarta | Equity World


Mengejutkan, 31 dari 35 orang yang terkena tidak divaksinasi. Status vaksinasi untuk empat orang sisanya belum jelas sampai saat ini.

Yang jelas bagi para ahli adalah, pilihan orang tua untuk tidak memvaksinasi anak-anak mereka, membuat orang lain berada dalam risiko dan memungkinkan campak terus menyebar.

Pakar kesehatan masyarakat merekomendasikan anak-anak mendapatkan dua dosis vaksin MMR, yang pertama ketika mereka berusia 12 bulan, dan yang kedua antara usia 4 dan 6 tahun.

Wabah campak di Washington adalah contoh dari apa yang bisa terjadi ketika orang tua tidak memvaksinasi anak-anak mereka karena alasan filosofis atau keagamaan. Dan bagaimana hal itu ternyata dapat menempatkan anak-anak mereka sendiri dan orang lain dalam risiko.

Equity World

Equity World | Sakit Perut Hebat, Ternyata Gara-gara Kanker Ovarium

Equity World | Sakit Perut Hebat, Ternyata Gara-gara Kanker Ovarium

Sakit perut hebat yang dirasakan Joy Vivien Lee bukan karena salah makan. Lee mengalami sakit perut hebat yang disebabkan oleh kanker ovarium .

Dilansir Himedik dari Daily Mail, awalnya perempuan berusia 61 tahun ini pergi ke Huddersfield Royal Infirmary untuk berobat. Setelah menghabiskan waktu berjam-jam di ruang tunggu, Lee hanya diberikan antibiotik dan dianggap tidak berpotensi penyakit serius.

Namun rasa nyeri tak berhenti meski ia sudah sampai di rumah. Beberapa jam kemudian, ia pun menghubungi nomor gawat darurat untuk meminta pertolongan.

Kali ini paramedis membawanya ke Rumah Sakit Umum Pinderfields di Wakefield, di mana dokter menemukan tanda-tanda kanker ovarium yang mungkin telah menyebar ke tulangnya

Lee kembali ke rumah sakit untuk menjalani tes sehingga bisa mendapatkan diagnosis yang tepat.

Saudara Lee, Mark Oldham-Fox mengatakan, "Berat badannya turun sejak akhir Oktober dan belum bisa makan. Dia sakit perut dan punggung bagian bawah, dan dia mengatakan seperti terlihat hamil sembilan bulan."

Saat di Pinderfields, hasil CT scan juga mengungkapkan bahwa dia memiliki bayangan gelap di payudaranya, yang merupakan tanda lain yang diduga kanker.

Ia bahkan telah mengunjungi rumah sakit sejak sebelum Natal karena khawatir tentang rasa sakitnya. Ia diberitahu bahwa itu kemungkinan berhubungan dengan kondisi pencernaan yang tidak serius.

Mark Oldham-Fox juga mengatakan, Lee bahkan tidak bisa duduk karena rasa sakitnya yang sangat parah. Dia hanya bisa berbaring seperti posisi janin.

"Itu saja seharusnya sudah membuat para dokter khawatir, tetapi dia dibiarkan berbaring seperti itu selama berjam-jam," imbuhnya.

Mark menambahkan petugas medis di HRI bahkan tidak menjadwalkan konsultasi berikutnya untuk saudara perempuannya.

"Saya telah bekerja di perawatan kesehatan selama 30 tahun dan saya tahu perawatan yang diterimanya tidak memuaskan. Itu tidak manusiawi dan sama saja dengan diabaikan," kata Mark.

"Paling tidak Lee seharusnya ditawari obat penghilang rasa sakit namun itu tidak dilakukan tim medis HRI. Jika saya seorang dokter, saya ingin tahu mengapa ini terjadi. Dia jelas kesakitan, dia tidak bisa duduk dan berbaring di kursi ruang tunggu."

"Bagaimana dokter bisa melepaskannya tanpa penyelidikan lebih lanjut adalah di luar pikiran saya. Saya sangat kesal. Saya hanya tidak bisa menerima itu pantas untuk perawatan kesehatan di abad ke-21," tandasnya.

Oldham-Fox menambahkan seluruh keluarganya marah dan telah mengajukan keluhan kepada bos rumah sakit. Kepala HRI mengonfirmasi mereka telah memulai penyelidikan.

Jackie Murphy, kepala perawat di Calderdale dan Huddersfield NHS Foundation Trust, yang mengelola HRI mengatakan, Jelas ini merupakan pengalaman yang menyusahkan bagi Lee.

“Kami benar-benar menyesal mendengar pengalamannya dan diagnosisnya. Kami akan menyelidiki dengan seksama kekhawatiran yang diajukan," sambungnya.

Equity World

View older posts »

Search

Comments

There are currently no blog comments.